IndexU-TV

35 Dosen UNAIR Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Bintan

Sekelompok dosen dari Kampus UNAIR saat sosialisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di empat desa di kawasan Kabupaten Bintan, Kepri, Ahad (17/09). (Foto:Dok/UNAIR)

BINTAN – Puluhan dosen dari Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di empat desa di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Desa-desa tempat mereka melaksanakan kegiatan, yaitu Desa Busung, Desa Teluk Sasah, Desa Pengudang, dan Desa Berakit.

Pengabdian masyarakat dalam kegiatan Airlangga Community Development Hub (ACDH), akan berlangsung selama empat hari terhitung sejak Ahad (17/09) hingga berakhir Rabu (20/09).

“35 orang dosen yang turun langsung, untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat desa di Bintan,” kataDr Irfan Wahyudi, Koordinator Pengabdian Masyarakat ACDH di Bintan, Senin (18/09).

Lanjut Dr Irfan Wahyudi, program kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berkat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMP) Bintan.

Karena pihaknya menerima data terkait permasalahan, yang selalu dirasakan masyarakat desa di Bintan. Sehingga membuat dosen UNAIR dari 16 fakultas itu, turun langsung dan menyebar di empat desa yang berada di Bintan.

Setiap desa, kata dia, pihaknya menurunkan 4 fakultas untuk berperan langsung ke masyarakat. Supaya bisa mengatasi permasalahan yang dirasakan masyarakat di desa tersebut.

Baca juga: Siswa SDN 024 Galang Minta Bahlil Tak Gusur Sekolahnya
Baca juga: Mahasiswa UMRAH Lolos Seleksi Pendidikan Kader Muda Kemenpora RI

Seperti di Desa Teluk Sasah, ada dosen dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Fisikologi.

Karena para dosen dari fakultas tersebut, bisa mengatasi pencegahan stunting dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Lalu, di Desa Busung ada Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Teknologi Maju dan Disiplin, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Sekolah Pasca Sarjana.

“Kita fokus pengembangan wisata masyarakat, dan pemanfaatan gonggong,” ucap dia.

Berbeda dengan di Desa Pengudang, ada dosen Fakultas Hukum, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Fokasi.

Karena para dosen akan fokus untuk melakukan pemanfaatan tanaman herbal, wisata berbasis masyarakat, dan masalah pertanahan.

Kemudian, di Desa Berakit ada dosen dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

“Literasi kesehatan pada gigi, terutama untuk masyarakat suku laut, tumbuh kembang anak dan kesehatan lingkungan,” sebut dia.

Exit mobile version