461 Anggota Polres Karimun dan Polda Kepri Dilibatkan Amankan Kedatangan Presiden Jokowi

Karimun
Simulasi penjemputan Presiden Jokowi dan Rombongan di Bandara RHA Kabupaten Karimun. (Foto: Dok Polres Karimun)

KARIMUN – Sebanyak 461 personel Polri akan dilibatkan mengamankan rencana kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhir Agustus nanti.

Ratusan personel tersebut terdiri dari 247 anggota Polres Karimun dan 214 personel BKO dari Polda Kepri. Untuk memastikan kunjungan kerja Presiden nanti, Polres Karimun menggelar simulasi pengamanan.

Simulasi dimulai dari penjemputan Presiden Jokowi bersama rombongan di Bandara Raja Haji Abdullah dan selanjutnya menuju Hotel Aston Karimun untuk pembukaan kegiatan GTRA Summit 2023.

Selanjutnya Presiden dan rombongan menuju Coastal Area Kabupaten Karimun untuk menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat.

Kemudian dilanjutkan menuju rumah dinas Bupati Karimun untuk makan siang bersama rombongan.

Lalu Presiden beserta rombongan menuju PT Saipem. Setelah itu dilanjutkan menuju Jembatan Sanur atau Jembatan Kuning Coastal Area untuk kegiatan penaburan benih ikan kakap dan penanaman mangrove.

Waka Polres Karimun, Kompol Herie Pramono mengatakan pengamanan terhadap Presiden harus dilaksanakan dengan sangat ketat.

“Kegiatan simulasi ini untuk mempersiapkan pengamanan ekstra ketat, karena ini pengamanan Kepala Negara dan kita sudah tempatkan setiap personel di lapangan terutama di simpul-simpul yang di lalui oleh bapak Presiden dan rombongan,” kata Herie, Kamis (24/08).

Baca juga: Kapolres Karimun Cek Peralatan SAR untuk Penanganan Bencana

Ditambahkan Kabag Ops Polres Karimun, Kompol Shallahuddin pengamanan yang dilakukan oleh personel Polres Karimun dan yang BKO difokuskan di jalan yang akan di lalui oleh Presiden.

“Bapak Presiden Republik Indonesia dan rombongan yang rencananya akan tiba di Kabupaten Karimun pada tanggal 30 Agustus 2023 untuk melakukan pembukaan GTRA, penyerahan sertifikat tanah dan penaburan benih ikan kakap dan penanaman Mangrove,” kata Salahuddin. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News