BATAM – Sebanyak 67 taekwondoin di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti ujian sabuk hitam di Batam sejak Sabtu 26 Juli 2025 selama dua hari.
Peserta ujian untuk meraih sabuk hitam Dan 1 mencapai 44 orang, sedangkan peserta yang ikut ujian untuk Dan 2 sebanyak 15 orang. Peserta ujian Dan 3 hanya 3 orang, peserta untuk Dan 4 sebanyak 4 orang, Dan 5 hanya satu orang.
Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia – Kepri, Kosasi Sumarli, mengatakan, sebagian peserta merupakan pelatih dan wasit taekwondo. Ujian kenaikan tingkat sabuk hitam dilaksanakan secara rutin di Kepri untuk meningkatkan kapasitas para atlet dan pelatih.
“Ujian ini bukan hanya mengandalkan kemampuan teknik, melainkan juga pemahaman terhadap sejarah taekwondo dan implementasi dari lima janji taekwondo yang wajib diucapkan sebelum latihan,” kata Kosasi, yang juga sebagai narasumber dalam ujian tersebut.
Menurut dia, ujian untuk kenaikan sabuk hitam sebagai upaya penyegaran terhadap pelatihan yang selama ini dilaksanakan. Pelatihan yang diberikan harus mampu diadopsi oleh seluruh peserta untuk kemudian disampaikan kepada para murid di unit dan klub.
Peserta bakal gagal jika tidak mampu menerima materi dalam ujian.
Peningkatan pengetahuan taekwondo kepada para peserta ujian sabuk hitam ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi di kabupaten dan kota. Untuk menjadi atlet berprestasi tentu harus dimulai dari latihan dengan teknik yang benar, intensitas pelatihan yang mencukupi, mental yang kuat dan pengalaman pertandingan yang cukup.
“Penyamaan pengetahuan tentang taekwondo mulai dari sejarah, asas, dan teknik adalah hal dasar yang harus dipahami dan dipraktikan,” ujarnya. (*)
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News












