AMSI Kepri Kupas Tuntas AI: Ancaman atau Peluang bagi Media dan Mahasiswa?

Seminar AI Ancaman atau Peluang yang diadakan AMSI Kepri. (Foto: Ardiansyah)
Seminar AI Ancaman atau Peluang yang diadakan AMSI Kepri. (Foto: Ardiansyah)

TANJUNGPINANG – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar seminar bertema “AI Ancaman atau Peluang?” yang menyasar mahasiswa di Tanjungpinang serta pelaku usaha media.

Melalui seminar tersebut, AMSI Kepri berupaya membuka ruang diskusi kritis terkait pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Khususnya di tengah meningkatnya penggunaan teknologi tersebut di kalangan Generasi Z.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan apresiasi atas tema seminar yang dinilai relevan dengan tantangan era digital saat ini.

Menurut Nyanyang, di tengah maraknya pemanfaatan AI. Media massa harus terus berinovasi agar tetap mampu menyajikan informasi yang akurat, berkualitas, dan berimbang.

Baca Juga: Warga Tanjungpinang Jadi Korban Penipuan KTP Digital, Uang Rp3,9 Juta Raib Seketika

“Media juga harus menjadi garda terdepan untuk masyarakat mendapatkan informasi yang edukatif dan jauh dari Hoax,” singkat Nyanyang di Hotel CK, Sabtu 13 Desember 2025.

Selain itu, ia menekankan bahwa kolaborasi antara media dan pemerintah harus terus dijaga. Hal ini demi memastikan informasi publik tersampaikan dengan benar sesuai kaidah jurnalistik.

“Tanpa media, kegiatan yang dilakukan kami sebagai pemerintah, mungkin tidak tersampaikan kepada masyarakat di Pemprov Kepri,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemateri dalam seminar bertajuk AI Tantangan atau Peluang, Jailani, menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan peran jurnalis dalam proses produksi berita.

Baca Juga: AMSI Kepri Akan Gelar Konferwil, Siapa Nakhoda Baru?

Menurut Jailani, tugas jurnalistik tidak hanya sebatas menulis, tetapi juga mencakup konfirmasi narasumber, peliputan langsung, serta pengambilan dokumentasi di lapangan.

“Karena tugas jurnalis, itu harus mengkonfirmasi, mengambil gambar dan memuat berita. Sehingga AI tidak bisa menggantikan tugas jurnalis,” singkat Jai dalam pemaparannya.

Melalui kegiatan ini, AMSI Kepri berharap mahasiswa dan insan pers dapat memanfaatkan AI secara bijak. Sekaligus tetap menjaga integritas dan profesionalisme jurnalistik di era digital.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News