Anggota DPRD Batam Soroti Permasalahan Sampah

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Siti Nurlailah (Foto: Elhadif Putra)

BATAM – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Siti Nurlailah menyoroti permasalahan sampah yang kini terjadi di sejumlah titik di Kota Batam.

Legislator dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan, masalah yang harus diselesaikan diantaranya adalah penumpukan sampah di sejumlah titik, dan antrenya pembuangan di TPA Punggur.

Siti menyampaikan untuk armada pengangkut sampah saat ini telah ditambah. Namun pada saat hujan, kendaraan pengangkut sampai semakin ramai antre untuk membuang sampah.

“Pemkot Batam sudah tambah armada. Tapi masalahnya bagaimana menyelesaikan pembuangan di TPA, sehingga tidak ada antre penumpukan,,” katanya di Batam, Jumat 31 Oktober 2024.

Menurut Siti, apabila ada sampah di lingkungan yang tidak diangkat hingga waktu satu pekan, maka warga dapat melaporkan ke anggota DPRD yang ada di dapilnya masing-masing

“Kalau terlambat kasih tau dewannya. Di tempat saya paling lama seminggu. Kita sampaikan ke lurah dan camat setempat agar cepat (diangkut),” ujarnya.

Menurut dia, sampah merupakan masalah bersama, termasuk masyarakat, Pemerintah Kota Batam dan juga DPRD. Karena itu, perlu kesadaran bersama untuk disiplin membuang sampai pada tempatnya.

Selain meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, setiap warga hendaknya juga dapat memilah sampah organik dan non-organik.

Saat ini banyak bank-bank sampah yang aktif di Kota Batam. Bahkan ada perusahaan asal Jerman yang siap menampung atau membeli sampah bernilai guna yang telah dipilah, dengan harga cukup tinggi.

Selain itu, lanjut Siti, Pemerintah Kota Batam dapat menyiapkan metode pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan juga bagaimana menyalurkannya.

“Kita kejar bagaimana memilah sampah organik dan plastik. Ini yang harus ditanggapi pemerintah agar bisa menyalurkan kompos. Bank sampah sudah ada kerjasama dengan perusahaan Jerman, itu membantu pemerintah juga,” paparnya.

Kemudian Ia juga menekankan kesadaran seluruh warga Kota Batam. Pasalnya dirinya menemukan adanya banjir yang disebabkan penyumbatan saluran karena sampah berupa sofa hingga kasur.

“Sampah ini masalah bersama. Semua harus kerja sama,” ungkapnya.