Angin Kencang, Pohon Petai Tumbang Hantam Atap Rumah Warga di Tanjunguban

Petugas Damkar Tanjunguban memotong batang pohon petai yang sudah menimpa rumah warga di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok. Damkar Tanjunguban)
Petugas Damkar Tanjunguban memotong batang pohon petai yang sudah menimpa rumah warga di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok. Damkar Tanjunguban)

BINTAN – Sebuah pohon petai kering tiba-tiba tumbang dan menimpa atap rumah milik Panji di Kampung Baru, Jalan M. Taher Latif, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Akibat kejadian itu, atap rumah mengalami kerusakan cukup serius.

Selanjutnya, atap kanopi teras rumah juga ikut tertimpa pohon petai berukuran sedang. Dampaknya, atap kanopi yang memiliki panjang sekitar satu meter itu lepas hingga akhirnya roboh.

Baca Juga: Daerah Kaya Ikan, Tapi Menu MBG Bintan Tanpa Ikan? DPRD Heran dan Desak Inovasi

“Kita dapat laporan dari pemilik rumah, pagi ini. Tapi, kejadiannya itu sekitar jam 23.00 WIB,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemadam Kebakaran (UPTD Damkar) Tanjunguban, Panyodi di Bintan, Kamis 20 November 2025.

Kemudian, Panyodi menjelaskan bahwa angin kencang menjadi pemicu tumbangnya pohon petai yang berdiri tepat di sebelah rumah Panji. Karena tumbangnya cukup mendadak, pohon tersebut langsung menghantam atap rumah serta kanopi teras.

Setelah menerima laporan, petugas Damkar Tanjunguban langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dengan demikian, proses penanganan kerusakan bisa dilakukan tanpa menunggu lebih lama.

Selanjutnya, petugas mengevakuasi pohon petai yang kering dan sudah merusak bagian atap rumah. Proses evakuasi dilakukan dengan cara memotong batang dan ranting agar seluruh bagian pohon dapat dibersihkan dari area rumah warga.

“Tadi malam, memang anginnya agak kencang,” ucap dia.

Baca Juga: SPPG di Bintan Gunakan Ikan Dori Menjadi Menu MBG

Akibat insiden tersebut, Panyodi menaksir kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai kurang lebih Rp2 juta. Menurutnya, kerusakan hanya terjadi pada material bangunan seperti atap asbes dan kanopi teras.

Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan perawatan jika memiliki pohon rindang atau pohon yang sudah mati di sekitar rumah. Dengan begitu, risiko pohon tumbang saat cuaca ekstrem bisa diminimalkan.

“Kita tetap waspada dengan angin kencang di kondisi cuaca ekstrem gini,” imbaunya mengakhiri.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News