BATAM – Arus lalu lintas di Jalan Pattimura, dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau mendadak tersendat akibat antrean panjang truk sampah pada Jumat, 21 November 2025.
Antrean panjang ini mengular sejak pukul 10.00 WIB pagi.
Pantauan langsung ulasan.co pada sore harinya masih terjadi antrean panjang. Sejumlah pengendara yang melintas dari dan menuju Pelabuhan Domestik serta Roro ASDP Telaga Punggur, tampak harus mengendarai kendaraannya secara perlahan.
Baca Juga: Kapolresta Barelang Komitmen Siap Jaga Iklim Kerja Batam Tetap Kondusif
Mereka harus berbagi bahu jalan dengan truk yang akan berbelok ke dalam atau ke luar TPA yang bergerak pelan.
Kondisi jalan yang tercampur lumpur akibat roda truk yang keluar-masuk TPA turut memperburuk situasi. Sejumlah pengendara terlihat ekstra hati-hati melewati jalur tersebut karena permukaan jalan licin dan tidak rata.
Salah seorang sopir truk sampah, Zuladri, menuturkan bahwa kondisi serupa kerap terjadi, terutama saat hujan deras.
“Kalau musim hujan begini sering antre. Kalau hari normal biasanya lancar,” ujarnya menjelaskan.
Menurut dia, kemacetan di jalan raya ini disebabkan proses pembuangan yang berjalan lambat. Truk harus menunggu lebih lama karena akses menuju titik pembuangan utama di dalam TPA berupa jalan tanah yang menanjak dan belum dilapisi beton ataupun aspal sehingga licin berlumpur.
“Jalannya tanah, jadi lori harus didorong buldozer satu-satu ke atas,” katanya.
Ia menuturkan, buldozer harus mendorong truk menempuh jalan sepanjang lebih dari 150 meter, sebelum truk dapat melaju sendiri di area atas.
“Kondisi ini sudah dari pukul 10.00 WIB pagi tadi,” ucapnya menambahkan.
Baca Juga: DPRD Batam Sahkan Perda APBD 2026 dengan Nilai Rp 4,299 Triliun
Meski kini alat berat di dalam TPA sudah cukup banyak yang dioperasikan, namun jalur menuju lokasi pembuangan yang hanya satu, akhirnya tetap menimbulkan hambatan.
Situasi ini menyebabkan truk hanya dapat bergerak satu trip per hari ini, padahal ada banyak truk yang sedang beroperasi didalam.
Selain itu, kata dia lokasi pembuangan yang semakin menyempit akibat tumpukan sampah yang sudah melebihi kapasitas, juga mempengaruhi mobilitas kendaraan.
Zulhadri berharap pemerintah segera menaruh perhatian, sebab kondisi ini mempengaruhi pekerjaan mereka yang akhirnya tak bisa maksimal dalam mengangkut sampah.
“Sangat mengeluh bang. Kalau bisa jalan naik ke tempat pembuangan itu dibeton, jadi lori ngga perlu lagi didorong dengan buldozer, kalau bisa naik sendiri, kan lancar tidak memakan waktu,” katanya berharap.
Kondisi tersebut juga mempengaruhi keselamatan mereka. Tanpa bantuan dorongan dari buldozer, roda truk berisiko selip di jalur berlumpur dan menanjak, sehingga berbahaya.
“Kalau muatan tinggi bisa terbalik, makanya lori muatan tinggi dibuang dibawah, muatan rendah dibuang diatas. Satu lori bisa bawa 5 ton,” tuturnya menambahkan.
Hingga berita ini diturunkan, antrean truk dan kondisi memprihatinkan di jalur masuk TPA Telaga Punggur masih berlangsung.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















