Arab Saudi dan Mesir Beli Jet Tempur China, Chengdu J-10 ‘Vigorous Dragon’

Pesawat tempur bikinan China, Chengdu J10B. (Foto:ChineseMilitaryAviation)

JAKARTA – Arab Saudi dan Mesir dilaporkan bakal membeli jet tempur multi-peran bikinan China yakni Chengdu J-10 Vigorous Dragon (NATO: Firebird) untuk memperkuat Angkatan Udaranya.

Mesir akan mengadakan pembicaraan dengan China, pada pekan depan di Malaysia. Rencananya, Mesir untuk akuisisi 12 jet tempur varian J-10C.

Sumber yang sama, Laporan Taktis juga mengatakan, Arab Saudi juga menunjukkan minat pada jet tempur China bermesin tunggal itu.

Menurut sumber tersebut, di tahun-tahun mendatang Riyadh akan mulai menghapus jet tempur multi-peran Panavia Tornado yang sudah ketinggalan zaman.

Kerajaan Arab Saudi memiliki sekitar 80 unit pesawat tempur ini. Panavia Tornado dikembangkan bersama oleh Italia dan Inggris Raya.

Kekuatan udara Royal Saudi Air Force (RSAF) saat ini bertumpu pada 200 unut jet tempur F-15S/SA Strike Eagles, 60 F-15C Eagle, 21 F-15D Eagle, dan 72 unit Eurofighter Typhoon.

Rencana akuisisi Chengdu J-10 Vigorous Dragon dari China, bakal dipesan dalam paket keseluruhan yang mencakup persenjataan tambahan namun kebanyakan drone.

Jet tempur Chengdu J-10C Angkatan Udara Pakistan. (Foto:PakistanAirForce)

Model drone Sky Saker FX80, drone CR500 vertical take-off and landing [VTOL], Cruise Dragon 5 dan 10 loitering munitions, dan sistem pertahanan udara jarak pendek HQ-17 disebutkan.

Para ahli mengatakan, pembelian itu diharapkan terjadi. Sebab Riyadh dan Beijing kini mulai memperkuat hubungan keduanya sejak awal tahun.

Bahkan Beijing setuju untuk membeli minyak dari kerajaan Timur Tengah. Sementara Arab Saudi, menyatakan setuju untuk menerima yuan China dalam kesepakatan tersebut.

Hubungan perdagangan antara kedua negara mulai dilakukan lebih jau. bahkan China dan Arab Saudi telah sepakat untuk membangun jalur produksi bersama di pabrik pembuatan drone baru di dalam Kerajaan Saudi.

Tak hanya perangkat militer, namun jaringan telekomunikasi 5G Kerajaan Arab Saudi dibangun oleh perusahaan Huawei asal China.

Terlepas darihubungan baik antara Arab Saudi dan AS. Hubungan perdagangan terutama di industri minyak, tidak begitu tamapal cerah.

Riyadh juga mengharapkan sanksi dari Washington. Saudi menolak untuk mengubah kebijakan mereka, tentang produksi minyak untuk dijual lebih murah ke Barat.

Arab Saudi siap menerima sanksi Barat apa pun, dengan pembelian barang-barang China. Terpenting, soal pembelian senjata dari China.

Karena alasan ini, Riyadh akan berupaya memperkuat kemampuan pertahanannya. Diplomasi Beijing dalam beberapa bulan terakhir di Timur Tengah tidak hanya mengkhawatirkan Washington, tetapi juga berisiko merusak dolar AS.

Sejauh ini operator yang mengoperasikan dalam jumlah besar dan berbagai varian jet tempur bikinan China yakni Pakistan. Sebab, keduanya terlibat kerjasama dalam mengembangkan teknologi jet tempur.

Kairo

Sementara Kairo ingin mengganti kesepakatan yang gagal dengan Moskow, terkait akuisisi pesawat tempur multi-peran Superioritas Udara Sukhoi Su-35S yang kini dialihkan ke Iran.

Mesir, sebagai konsumen senjata Soviet di masa lalu Barat mengalami kesulitan mempertahankan platform buatan Soviet karena perang di Ukraina.

Moskow saat ini tidak dapat menjamin pengiriman peralatan dan suku cadang ke mitranya di seluruh dunia. Seluruh anggaran dan produksi militer dikirim ke garis depan.

Sementara jet tempur J-10C adalah alternatif yang sangat cocok untuk Mesir, ternyata untuk Arab Saudi. Pesawat ini mungkin adalah pesawat tempur bermesin tunggal paling kuat di dunia.

Jet tempur Chengdu J-10C Angkatan Udara China. (Foto:ChineseMilitaryAviation)

Chengdu J-10

Melihat karakteristiknya, J-10 buatan China tak memiliki fungsi siluman yang tidak dapat disetarakandengan F-35 andalan Amerika Serikat.

J-10C adalah jet tempur generasi 4++ dan di China selama pelatihan atau latihan militer, ia selalu mengalahkan J-16 yang lebih besar dan Su-35S Rusia dalam misi.

Laporan menunjukkan, Riyadh juga ingin mengganti F-15 tua yang dikirim beberapa dekade lalu oleh AS. Platform China juga sedang dibahas sebagai pengganti potensial, tapi kali ini pesawat tempur siluman FC-31.

Pesawat China sebenarnya sudah terbang di atas langit Kerajaan Arab Saudi.Jet tersebut yakni L-15, yang dibeli untuk tujuan pelatihan pilot.

Pesawat inilah yang menunjukkan kepada Arab Saudi, bahwa teknologi tempur udara China kini sangat maju. Bukankah L-15 menjadi alasan Riyadh tertarik dengan J-10C?.