BATAM – Anggota DPD RI Komite IV sekaligus Anggota MPR RI dari Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, kembali menegaskan pentingnya nilai kebangsaan dalam pembangunan berbasis masyarakat.
Oleh karena itu, ia menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berfokus pada penguatan UMKM di kawasan Botania, Kota Batam.
Selain itu, kegiatan sosialisasi yang berlangsung di tengah komunitas UMKM Botania tersebut langsung mendapat sambutan antusias dari warga.
Dengan demikian, kehadiran Dwi Ajeng dinilai mampu menghadirkan pemahaman kebangsaan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal.
Baca Juga: Dwi Ajeng Tegaskan Empat Pilar Jadi Kompas Karakter Digital Pelajar SMKN 10 Batam
Dalam sambutannya, Dwi Ajeng menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Batam merupakan aset sosial yang harus dijaga bersama.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap Empat Pilar MPR RI menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya slogan, tetapi realitas yang kita hidupi setiap hari di Batam. Jika nilai ini kita rawat bersama, maka persatuan akan menjadi kekuatan untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Selanjutnya, Dwi Ajeng juga menyoroti peran strategis UUD NRI 1945 dan prinsip NKRI dalam memberikan jaminan konstitusional bagi pengembangan UMKM.
Oleh sebab itu, ia mendorong pelaku usaha agar aktif, mandiri, dan konsisten menjunjung nilai kebangsaan dalam setiap aktivitas ekonomi.
Sementara itu, materi sosialisasi diperdalam oleh Ernawati, yang menekankan pentingnya kesadaran hukum dan nilai-nilai Pancasila dalam dunia usaha.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa UMKM lokal harus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Baca Juga: Atasi Gangguan Air Bersih di RW 01 Sengkuang, BP Batam Bangun Interkoneksi Pipa
Di sisi lain, suasana diskusi semakin hidup dengan adanya aspirasi langsung dari pelaku usaha.
Seorang perwakilan UMKM Botania menyampaikan, sosialisasi ini membuka jalan praktis bagi UMKM.
“Bukan hanya paham soal Pancasila, tetapi tahu langkah konkret agar usaha kami lebih tahan guncangan ekonomi dan dapat naik kelas melalui digitalisasi dan akses modal,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mencerminkan harapan pelaku UMKM terhadap dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga negara.
Dengan begitu, kolaborasi antara negara dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci penguatan ekonomi rakyat di daerah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Dwi Ajeng Sekar Respaty berharap Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami secara teoritis.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman nyata dalam menjaga persatuan, memperkuat ekonomi rakyat, serta membangun Kota Batam yang maju dan berkeadilan.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















