Waspada Hujan Badai dan Banjir Rob di Kepri Sepekan ke Depan

Banjir rob yang merendam kawasan pemukiman warga di Gang Akasia, Kota Tanjungpinang, Jumat (17/01/2025). (Foto:Ardianyah Putra/Ulasan.co)

BATAM – Stasiun Meterorologi Bandara Hang Nadim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam memprakirakan adanya potensi hujan badai dan banjir rob akan terjadi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam sepekan ke depan.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Batam, Karimun, Bintan, Tanjungpinang, dan Natuna.

Forecaster BMKG, Fitri Annisa, menjelaskan bahwa hujan yang terjadi berpotensi disertai petir dan angin kencang dengan arah angin dominan dari selatan hingga barat dan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam.

“Suhu udara diprediksi berada pada kisaran 25 hingga 33 derajat Celsius,” katanya Minggu 6 Juni 2025.

Meskipun tidak terdapat indikasi banjir besar, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan genangan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki sistem drainase yang kurang optimal.

“Selain itu, karena fase bulan purnama yang terjadi sekitar tanggal 10 Juli, terdapat potensi banjir rob di sebagian besar wilayah pesisir Kepri,” katanya menyampaikan.

[VIDEO] CALON JAKSA TEWAS TENGGELAM SAAT KEJAR KADES SAKSI KASUS KORUPSI | U-NEWS

Selanjutnya, kondisi perairan di sebagian besar wilayah Kepri, seperti Batam, Bintan, Karimun, dan Lingga, umumnya dalam kategori tenang hingga rendah. Namun, di wilayah perairan Natuna dan Tarempa, gelombang laut diprakirakan dapat mencapai kategori sedang dengan ketinggian hingga 1,5 meter.

“Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai angin kencang, banjir rob di wilayah pesisir, serta gelombang laut yang relatif tinggi di wilayah perairan Natuna dan Anambas,” katanya melanjutkan.

Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Jerit Nelayan Teluk Tering Batam di Tengah Kepungan Reklamasi