BINTAN – Air laut pasang tinggi sering disebut banjir rob telah menggenangi sebanyak 4 rumah warga RT01/RW01 berada di Kampung Sei Enam Laut, Kelurahan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Pantauan ulasan.co, Ahad 7 Desember 2025, air laut yang sudah naik ke darat sampai kelutut orang dewasa berasal dari daerah rawa-rawa dekat tinggal warga RT01/RW01.
Akses jalan hingga rumah warga telah digenangi air laut. Seperti yang dirasakan Eronzi (58) dan Lupat (42), warga RT01.
Air laut sudah masuk ke dalam dapur rumah warga tersebut. Ketinggian air laut mencapai mata kaki orang dewasa.
Beberapa perabotan mulai terendam air laut. Seperti tabung gas, rak sepatu, lemari makan, meja makan dan perabotan dapur lainnya ikut terendam air laut.
“Air nya masuk dari pintu dapur belakang rumah saya. Ya, segini (tinggi air nya sampai mata kaki orang dewasa),” kata Eronzi sambil menunjukkan air laut masuk kedalam dapur rumahnya.
Kondisi ini, dirasakan Eronzi setiap bulan Desember pada saat air laut pasang tinggi. “Sudah 4 tahun saya beli rumah ini, kondisinya seperti ini. Tak ada solusi dari pemerintah,” ucap dia.
Diharapkan dia, pemerintah memberikan solusi kepada warga yang rumahnya terdampak banjir rob. Sehingga tidak ada lagi rumah warga terendam saat banjir rob.
Hal itu juga dirasakan warga lainnya, Lupat. Ia merasa bersyukur, bahwa air tidak masuk sampai ke ruang tamu melewati dapur.
“Saya kasih tutup papan seperti itu di pintu. Kalau tidak, air ini masuk sampai ke ruang tamu saya. Ini (air) hanya didapur saja,” ucap dia.
Dengan kondisi seperti ini, dirinya masih bersyukur lagi, bahwa banjir rob kali ini tidak dibersamaan dengan hujan turun. Jika hujan turun ditambah banjir rob, maka rumahnya akan terendam lebih parah dengan saat ini.
“Tiga tahun sebelumnya, air masuknya tinggi sampai lebih mata kaki orang dewasa. Karena waktu itu hujan. Sekarang tidak (hujan). Mudah-mudahan, tidak ada hujan,” harap dia mengakhiri.
Ketua RT01, Sugiono menyebutkan, 4 rumah warga sudah menjadi langganan banjir rob setiap bulan Desember. Karena wilayah tempat tinggal warga ini berdekatan dengan rawa-rawa.
Jika banjir rob makin tinggi, maka makin banyak rumah warga yang akan terdampak di wilayah RT01. “Bisa jadi 5-6 buah rumah (jika banjir rob pasang tinggi). Tidak 4 buah rumah lagi,” ucap dia.
Kondisi ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak Kelurahan Sei Enam untuk melakukan rehabilitasi daerah tempat tinggal warganya. Namun, belum terealisasi.
“Menurut informasi yang diterimanya, masih menunggu anggaran perubahan. Kami rapat kemarin,” ucapnya.
Diharapkan dia, pemerintah segera tangani bencana banjir rob di rumah warganya, melalui pemasangan batu miring seperti bentuk bendungan.*


















