BATAM – Kasus dugaan penipuan pembelian Kapal Irfan Jaya 9 yang menimpa pengusaha asal Samarinda, Kalimantan Timur, Frans Tjung, terus memanas dan kini semakin menyita perhatian publik. Selain itu, kasus ini mencuat setelah Frans mengetahui bahwa kapal yang dibelinya diduga memakai mesin berusia sekitar 35 tahun.
Selanjutnya, nama PT Tiger Trans International ikut terseret karena sejumlah sumber mengaitkan perusahaan tersebut dengan proses pembuatan kapal.
Karena itu, Ulasan.co melakukan pemantauan langsung ke galangan perusahaan tersebut pada Selasa, 2 Desember 2025, dan Rabu, 3 Desember 2025, untuk memastikan informasi di lapangan.

Galangan Kapal Terlihat Sederhana dan Dipenuhi Kapal Bekas
Galangan PT Tiger Trans International berada di kawasan Sungai Binti, Sagulung. Selain itu, lokasinya berada di belokan kiri sebelum gerbang masuk pelabuhan rakyat Sagulung, tepat sebelum ujung jalan buntu.
Dari luar area, hanya tampak pagar seng yang mengelilingi lokasi. Kemudian, di bagian dalam terlihat deretan kapal bekas, termasuk beberapa ferry berkarat, terparkir di atas lahan yang tidak diberikan paving. Di area tengah, tampak satu kapal besar berwarna abu-abu sedang dikerjakan.
Kondisi fisik galangan terlihat berbeda dari galangan kapal pada umumnya. Bahkan, sebagian besar lahan masih berupa tanah tanpa beton, sementara fasilitas yang tampak terlihat dibangun secara sederhana. Seluruh kondisi ini hanya dapat dilihat dari luar pagar, karena Ulasan.co belum berhasil masuk ke bagian dalam perusahaan.
Pada Rabu, 3 Desember 2025, Ulasan.co kembali mendatangi lokasi untuk menyerahkan surat permohonan wawancara kepada pihak manajemen perusahaan.
Meskipun cuaca turun hujan lebat, seorang petugas keamanan tetap menyambut dan kemudian menghubungi pihak HRD perusahaan yang disebut bernama Reza. Ulasan.co sempat berbincang singkat dengan Reza melalui percakapan WhatsApp tersebut. Akan tetapi, sambungan telepon terdengar tidak jelas dan tiba-tiba terputus.
Saat Ulasan.co meminta nomor kontak Reza, petugas keamanan kembali menghubunginya. Dari loudspeaker, terdengar suara Reza meminta agar nomor kontaknya tidak diserahkan.
“Iya udah biarin aja mereka, nggak usah dikasih kontak,” ujarnya dalam sambungan tersebut memberi arahan kepada security.

Sumber: Pemeriksaan Harus Menyeluruh, Tidak Hanya Mesin
Sebelumnya diberitakan bahwa Frans Tjung merasa tertipu setelah mengetahui mesin Kapal Irfan Jaya 9 diduga merupakan produk yang sudah berusia puluhan tahun. Baru-baru ini, seorang sumber Ulasan.co, sebut saja X, mengungkap bahwa persoalan kapal tersebut seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi mesin.
“Kasihan pembelinya,” ujarnya.
Menurut X, bodi kapal juga patut dicurigai. Ia menyebut bahwa kapal tersebut bukan kapal baru. Bahkan, ia mengungkap bahwa bodi aslinya berukuran lebih kecil sebelum kemudian diperbesar menjadi ukuran saat ini.
Ia menjelaskan bahwa kapal itu diduga ditambal menggunakan dempul dan dicat berulang kali untuk menutupi bagian sambungan. Selain itu, ia juga menyoroti perbedaan nama dalam dokumen kapal, dari Irfan Jaya 09 menjadi Irfan Jaya 9, serta penerbitan dokumen yang seolah-olah berasal dari galangan di Bagan Siapi-api. Padahal, daerah tersebut diketahui tidak memiliki galangan kapal.
Ia kemudian menyebut bahwa kapal itu justru diduga diproduksi di galangan PT Tiger Trans International di kawasan Sagulung, Batam.
“Silakan diperiksa,” katanya.

Kaitan dengan Sosok Haji Senin
Sumber X turut menyebut nama Haji Senin, yang sebelumnya muncul dalam pemberitaan terkait dugaan penipuan pembelian kapal tersebut. Ia mengatakan bahwa sosok itu dikenal sebagai pengusaha licin karena sering terlibat dalam sejumlah kasus besar, namun kerap lolos dari jeratan hukum.
X menyinggung kasus mobil mewah bodong asal Singapura yang terungkap pada 2022. Saat itu, Dirkrimsus Polda Kepri mengamankan dua unit Nissan Fairlady Tipe Z Nismo dan satu unit Honda NSX keluaran 80-an.
Ia menduga bahwa Haji Senin memiliki keterkaitan kuat dengan PT Tiger Trans International di Sagulung, Batam. Selain memiliki izin galangan kapal, ia juga disebut memiliki izin terminal khusus sehingga tidak mengherankan bila ada aktivitas lain seperti penjualan mobil scrap asal Singapura yang sudah berusia 10 tahun.
“Saya tidak heran kalau mobil mewah bekas Singapura itu berada di kawasan Tiger Trans, Sagulung, Batam. Yang saya heran itu, kenapa kasus itu tidak berujung,” ujarnya.
Menurut X, aktivitas Haji Senin tidak berhenti di situ. Ia menyebut bahwa Senin beberapa kali lolos dari kegiatan ilegal seperti penjualan 15 ton timah dari Bangka Belitung ke Singapura melalui jalur laut dengan kapal berkecepatan 25 knot. Kemudian, dari Singapura barang tersebut dijual kembali ke Malaysia.
“Itu terjadi baru dua bulan lalu dengan menggunakan Kapal Iron Fast 1. Aman-aman aja,” katanya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News
















