BATAM – Warga ataupun pengemudi yang selalu bolak-balik di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sangat mengeluhkan kondisi jalan Patimura.
Selama belasan tahun mereka selalu lalu-lalang di jalan yang dipenuhi lumpur, dengan panjang sekitar satu kilometer.
Mirisnya, jalan Patimura merupakan satu-satunya pintu masuk Kota Batam bagi penumpang kapal feri yang berasal dari Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Lingga, serta penumpang kapal roro dari Karimun, Riau dan Jambi.
Selain berlumpur baik di badan ataupun di pinggirannya, jalan akan berdebu apabila cuaca panas terik. Bukan hanya itu, di sepanjang jalan juga dipenuhi sampah.
Seorang warga Punggur yang juga seorang pengusaha rental mobil, Rendi, merasa kondisi jalan tersebut cukup membuat repot. Pasalnya, setelah melaluinya maka mobil harus kembali dicuci.
“Saya sendiri ngeluh karena perawatan ekstra untuk kendaraan,” ujarnya.
Selain itu Ia juga kerap mendengar adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut.
“Saya sering dengar ada kecelakaan. Bahkan keponakan saya sendiri sekitar dua bulan lalu jatuh disitu,” katanya, Jumat 14 November 2025.
Hal senada juga diungkapkan oleh seorang pemilik mobil rental lain yang selalu ke Pelabuhan Telaga Punggur, Desman Silaen.
Menurut Desman, penyebab buruknya kondisi jalan dikarenakan lumpur terbawa truk-truk atau lori yang turun dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Punggur.
“Mobil yang dari TPA membawa lumpur keluar. Drainase air di TPA dan jalan juga tidak bagus,” ungkapnya.
Desman menyebutkan kondisi jalan tersebut telah dikeluhkan oleh warga ataupun supir taksi yang selalu melewatinya, namun tidak ada perbaikan.
“Sudah bertahun-tahun kami keluhkan tapi tidak ada solusi. Saya disini sudah dari tahun 2014 kondisinya sudah begitu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Desman meminta agar pemerintah dapat melakukan pembenahan agar tidak terjadi lagi musibah kecelakaan yang disebabkan kondisi jalan.
Selain itu, Ia merasa pembenahan perlu dilakukan karena merupakan jalan masik utama Kota Batam dari Ibukota Provinsi Kepri.
“Jalan itu licin, memang kerap terjadi kecelakaan, kalau malam lampu jalan tidak ada. Itu kan juga jalan orang yang datang dari provinsi,” katanya.
















