BINTAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat meninjau lokasi rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Kelurahan Sei Lekop, Kabupaten Bintan.
Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah para korban.
Dalam kunjungan itu, ia menyambangi dua rumah warga, masing-masing milik pasangan lanjut usia (lansia) Rayendra dan Saleha, yang berada di RT04/RW05 Jalan Musi, serta rumah milik Hironimus Rego di RT002/RW003, Telaga Bintan.
Baca Juga: Hantam Karang! Kapal Bermuatan 195 Ton Semen Tenggelam di Karimun, Satu ABK Masih Hilang
Menurut hasil peninjauan, tingkat kerusakan kedua rumah berbeda. Rumah milik Hironimus Rego mengalami kerusakan ringan. Karena hanya sekitar enam keping asbes atap rumah diterpa angin kencang, hingga bagian atap kamar dan dapur terlihat bolong.
Sementara itu, rumah pasangan lansia Rayendra dan Saleha mengalami rusak sedang. Beberapa asbes atap terbang disapu angin, membuat bagian dapur bolong secara meluas. Tak hanya itu, atap kamar anaknya pecah dan plafon rumah jebol akibat tertimpa kayu yang beterbangan.
“Nanti, ada tim khusus dari kita yang akan menghitung kerugian dialami korban cuaca ekstrem ini,” kata Agus Ariyadi saat berbincang dengan Rayendra di lokasi kejadian.
Setelah proses pendataan selesai, lanjut Agus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan segera menyalurkan bantuan material bangunan yang dibutuhkan warga terdampak.
“Jadi, bapak bersabar saja dulu ya,” ucapnya sambil melihat atap rumah Rayendra yang rusak akibat hantaman angin puting beliung.
Baca Juga: Diterpa Badai Dini Hari, Enam Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Bengkel di Tanjungpinang
Selain bantuan material, BPBD Kabupaten Bintan juga akan menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban para korban.
“Nanti, kita akan berikan bantuan buat bapak ibu ya. Ini menjadi atensi Bapak Bupati kita,” ujar Agus menegaskan.
Hingga kini, BPBD Bintan telah menerima laporan sebanyak tiga unit rumah warga yang rusak akibat cuaca ekstrem.
Dua rumah berada di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, dan satu rumah di Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir.
“Laporan yang baru kita terima tiga unit rumah saja akibat cuaca ekstrem,” sebut Agus Ariyadi mengakhiri wawancara.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















