BPBD Tanjungpinang Catat 256 Kepala Keluarga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

Tanah Longsor
Warga melihat dapur rumahnya terkena longsor. (Foto: Ardiansyah Putra)

TANJUNGPINANG – Sedikitnya 256 kepala keluarga di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang mencatat kawasan yang paling banyak korban tercatat di daerah Kelurahan Batu IX serta Pinang Kencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin meyampaikan, dari 256 kepala keluarga yang menjadi korban musibah banjir dan longsor rata-rata tinggal di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Data sementara per hari ini, korban banjir dan tanah longsor terbanyak di kawasan Kelurahan IX dan Pinang Kencana,” terangnya, Senin (6/3).

Yamin merincikan, berdasarkan sebaran wilayahnya, Kecamatan Bukit bestari, Kelurahan Dompak korban banjir 17 Kepala keluarga dengan 60 jiwa, serta longsor dua kepala keluarga dengan 11 jiwa. Kemudian Kelurahan Tanjungpinang Timur terdapat satu kepala keluarga dan dua jiwa.

Kemudian, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kelurahan Air Raja terdapat sebanyak 17 kepala keluarga terdampak banjir dengan total 59 jiwa. Sementara satu Kepala keluarga korban longsor dengan empat jiwa.

Selanjutnya, Kelurahan Batu IX, BPBD mencatat daerah ini paling banyak warganya menjadi korban banjir yakni sekitar 146 Kepala keluarga dengan 253 jiwa serta satu keluarga menjadi korban tanah longsor serta empat jiwa terdampak.

Terakhir, Kelurahan Pinang kencana BPBD juga mencatat sebanyak 70 kepala keluarga menjadi korban banjir serta sedikitnya 306 jiwa warga yang terdampak. Sedangkan korban tanah longsor, terdapat satu kepala keluarga dan lima jiwa.

Di tempat terpisah, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad secara langsung menemui sejumlah korban banjir dan tanah longsor di Tanjungpinang serta Batam, Ahad (05/03).

Baca juga: Pohon Tumbang Kembali Timpa Mobil di Tanjungpinang

Gubernur Ansar mengajak agar masyarakat Kepri yang tinggal di daratan tinggi tetap berhati-hati dan waspada terhadap bencana longsor karena bencana bisa menimpa siapa saja dan kapan saja.

“Kondisi cuaca saat ini tidak dapat diprediksi, saya himbau masyarakat untuk tetap waspada. Jangan lengah,” pesan Ansar. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News