Bupati Iskandarsyah Ungkap Stunting di Karimun Ternyata Dominan di Wilayah Hinterland

Ilustrasi - Kasus stunting di Kabupaten Karimun dominan di Wilayah Hinterland. (Foto: freepik)
Ilustrasi - Kasus stunting di Kabupaten Karimun dominan di Wilayah Hinterland. (Foto: freepik)

KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengungkap fakta terkait sebaran angka stunting di Kabupaten Karimun. Melalui penjelasannya, ia menyebut bahwa kasus stunting paling dominan ditemukan di wilayah hinterland atau pulau-pulau terpencil yang aksesnya masih terbatas.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah Karimun melalui dinas terkait terus melakukan upaya deteksi dini. Selain itu, para petugas rutin turun langsung ke wilayah hinterland untuk memeriksa kondisi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

“Penyebaran stunting kami melihat, terutama di daerah hinterland atau pulau-pulau. Makanya kami juga sering ke sana mendeteksi sejak dini,” ungkap Iskandarsyah, Sabtu, 15 November 2025.

Baca Juga: Warga Karimun Diminta Skrining Gejala TB Puskesmas

Kemudian, Iskandarsyah menegaskan bahwa pemerintah di tingkat daerah maupun pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan stunting. Dengan demikian, langkah pencegahan terus dilakukan secara menyeluruh.

“Apapun angkanya stunting ini menjadi komitmen Pemda Karimun, bahkan juga menjadi konsentrasi Pemerintah Pusat,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak usia rentan. Selain itu, peran kader posyandu juga terus dioptimalkan untuk mendeteksi potensi stunting sedini mungkin.

“MBG juga bagian dari pencegahan stunting. Begitu juga dengan posyandu. Posyandu adalah salah satu untuk mendeteksi anak sejak dini dari stunting. Mungkin gizinya, konsumsi susunya,” jelasnya.

Setelah itu, Iskandarsyah menilai bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pihak. Oleh sebab itu, ia mendorong RT dan RW ikut terlibat karena mereka yang paling dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga: Cukup Tunjuk KTP, Warga Karimun Kini Bisa Berobat Gratis

“Jadi mereka ini bergerak semua berkolaborasi, sehingga kita bisa mencegah stunting. Paling tidak menurunkan. Termasuk RT/RT karena mereka yang paling terdekat. Dengan keterbatasan kita, tentu perlu adanya peran semua pihak,” ungkapnya.

Berdasarkan data dua tahun terakhir, angka stunting di Karimun menunjukkan perkembangan signifikan. Pada 2023, Survei Status Gizi Nasional mencatat bahwa Karimun berhasil melampaui target nasional sebesar 14 persen dengan torehan 11,1 persen yang sekaligus menjadi angka terendah di Provinsi Kepri.

Sementara itu, pada 2024, data Kementerian Kesehatan RI yang dirilis Juli 2025 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kepri berada di angka 15 persen secara kumulatif.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News