Bupati Karimun Segera Temui BP Batam, Rancang Arus Barang Lintas Kawasan

Bupati Karimun, Iskandarsyah, bersama unsur Pimpinan FKPD. (Foto: Hairul S)

KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pasokan barang dan menekan potensi inflasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyebutkan rencana koordinasi segera dengan BP Batam untuk mengatasi hambatan regulasi yang selama ini mengganggu arus logistik. Ia menyoroti masalah regulasi sebagai akar terhambatnya arus barang, terutama yang bergerak dari Batam ke Karimun.

“Yang menjadi alternatif mengenai hambatan regulasi adalah izin usaha kawasan. Sebenarnya kami bersama Forkopimda ingin bersilaturahmi dengan BP Batam supaya arus barang di Karimun itu biar lancar,” ujar Iskandarsyah, Rabu, 3 November 2025.

Ia menambahkan, beberapa daerah lain rencananya akan mensuplai kebutuhan bahan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun terhambat aturan.

“MBG ada beberapa daerah yang mencoba akan mensuplai bahan tapi sempat tersendat,” katanya.

Untuk itu, Koordinasi dengan Forkopimda dan BP Batam akan segera dilakukan agar lalu lintas barang kawasan dapat dirancang lebih mulus.

Fokus utama Pemkab Karimun juga adalah mencegah kelangkaan barang, terutama menjelang momen Nataru di mana konsumsi bahan pokok cenderung tinggi.

Pemerintah bertekad agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan harian dengan harga yang terjangkau, sebagai upaya nyata mencegah terjadinya inflasi signifikan yang dapat memberatkan ekonomi warga.

“Pemerintah segera mengambil langkah strategis agar tidak terjadi kelangkaan barang, terutama berkaitan dengan komoditas bahan pokok,” tegasnya.

Selain fokus pada stabilitas harga, Bupati Iskandarsyah juga menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem menjadi perhatian serius.

Untuk meminimalisir risiko, pemerintah akan melakukan simulasi penanganan dan mitigasi di berbagai lokasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa gangguan cuaca ekstrem tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kelancaran perayaan hari besar masyarakat.

“Dengan langkah-langkah koordinatif ini, Pemkab Karimun berharap dapat menjamin stabilitas pasokan dan harga di pasar, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode Nataru,” tuturnya.