KARIMUN – Kabar penundaan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, membuat resah para pelamar CPNS dan PPPK yang telah lulus di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya, mereka sangat menantikan proses pengangkatan tersebut.
Seorang tenaga honorer yang telah lulus seleksi PPPK tahap I di Kabupaten Karimun mengaku kecewa jika benar pengangkatan ditunda hingga Maret 2026.
“Kalau memang ditunda lagi, pasti kami yang sudah lulus ini kecewa. Saya rasa kawan-kawan lain juga merasakan hal yang sama,” ujar sumber.
Menurutnya, isu penundaan pelantikan sudah beredar sebelum ada pengumuman resmi dari Menpan RB. Namun, sebelumnya penundaan hanya dalam hitungan bulan.
“Awalnya disebutkan Februari, lalu muncul kabar penundaan hingga setelah Idulfitri. Kalau hanya sampai itu, masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai tahun depan, kami benar-benar tak tahu harus berkata apa lagi,” keluhnya.
Selain itu, honorer tersebut juga mengungkapkan bahwa besaran gaji mereka di lingkungan Pemkab Karimun telah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
“Dulu gaji honorer Rp1,8 juta, sekarang tinggal Rp1 juta. Insentif pun sekarang hanya Rp500 ribu. Jika pengangkatan ditunda sampai setahun, tentu akan semakin berat bagi kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun, Sudarmadi, menyatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait penundaan tersebut.
“Baru sebatas isu. Secara resmi belum ada surat atau keputusan yang dikeluarkan,” kata Sudarmadi.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum menghentikan proses pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP).
“Sepertinya masih berjalan, belum ada pemberhentian dari BKN,” katanya mengakhiri. (*)
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















