Camat Bintan Timur Minta Akses Masuk ke Bekas Tambang Batu Granit Ditutup

Camat Bintan Timur, Anton Hatta Wijaya,
Camat Bintan Timur, Anton Hatta Wijaya. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Camat Bintan Timur, Anton Hatta Wijaya, meminta PT Bukit Panglong menutup akses ke bekas galian tambang batu granit. Tujuannya untuk mencegah agar tidak ada korban jiwa lagi.

Pasalnya, bekas galian tambang itu menelan korban jiwa Imelda Apriyani (13), pada Selasa (19/09). Korban Imelda diduga berenang bersama rekannya berinisial AR di kolam itu pada Senin (18/09) sore.

Penutupan akses bisa dilakukan dengan pemagaran lahan milik perusahaan berada di wilayah Kelurahan Kijang Kota, maupun lainnya.

Masyarakat tidak lagi masuk dengan mudah ke wilayah perusahaan untuk melakukan aktivitas apapun di pinggir kolam bekas tambang batu granit.

“Kita akan koordinasi dan surati dulu ke pihak PT Bukit Panglong untuk menyikapi musibah yang terjadi tidak terulang kembali,” kata Anton di Bintan, Rabu (20/09).

“Seyogyanya lokasi pascatambang bukan menjadi lokasi untuk bermain. Karena risikonya cukup tinggi,” tegas dia.

Oleh karena itu, diimbau seluruh para orang tua untuk menjaga anaknya.

“Sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali yang menimpah kepada anak-anak kita,” sebut dia.

Hal senada juga disampaikan, Lurah Kijang Kota, Daniel Pardomuan Hasibuan mengatakan, pihaknya akan menyurati pemilik PT Bukit Panglong. Menurutnya, perusahaan tersebut sudah lama tidak beroperasi lagi tambang batu granit.

“Kita minta pemilik PT Bukit Panglong untuk menjaga asetnya,” ucap dia.

Kemudian, dia juga meminta kepada pemilik PT Bukit Panglong menugaskan orang untuk selalu menjaga di kawasan pascatambang batu granit.

Ia menuturkan, tujuannya untuk mengantisipasi masyarakat masuk kembali melakukan aktivitas di wilayah pascatambang batu granit, khususnya di pinggiran kolam.

Baca juga: Innalillahi, Imelda Ditemukan di Dasar Bekas Galian Tambang Batu Granit Bintan

Selain itu, dia berencana akan mengunjungi ke sekolah khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di wilayah Kelurahan Kijang Kota.

Tujuan kunjungan yang dilakukannya nanti, untuk memberikan imbauan kepada pelajar SMP tidak lagi melakukan aktifitas di pinggiran kolam bekas tambang batu granit.

Baik itu melakukan aktivitas foto selfi hingga berenang di kolam bekas tambang batu granit tersebut.

“Karena informasi kita dapat, kebanyakan yang berkunjung hingga melakukan aktifitas di kolam bekas tambang batu granit, adalah pelajar SMP,” sebut dia. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News