Cuaca Ekstrim, KSOP Kelas III Kijang Minta Jasa Pelayaran Pantau Update Cuaca BMKG

KM Bukit Raya berlayar dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Bintan, Kepri menuju Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) meminta jasa transportasi laut memantau update cuaca sebelum berlayar.

Jasa transportasi laut harus memperhatikan perkembangan atau update cuaca terkini di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui online.

Saat ini cuaca ekstrim sedang melanda wilayah Kabupaten Bintan, yang berpotensi angin kencang membuat gelombang tinggi di laut.

“Semua (masyarakat) pasti bisa mengupdate cuaca di BMKG melalui handphone android nya. Tidak ada larangan kapal berlayar,” kata Kepala KSOP Kelas III Kijang, Juanda Silaen di Bintan, Rabu 10 Desember 2025.

Jika diizinkan berlayar, pihaknya terlebih dahulu mengetahui ukuran atau jenis kapal hingga tujuan kapal yang ingin berlayar. Seperti kapal Pelni.

Menurutnya, kapal Pelni bakal bisa menghadapi gelombang tinggi jika terjadi di laut selama berlayar.

Sedangkan kapal tugboat membawa tongkang bermuatan akan dilarang berlayar di laut. Apa lagi, kapal tugboat tersebut memiliki tujuan ke Jakarta.

Karena kapal tugboat berukuran kecil, dan membahayakan jika berlayar dengan kondisi cuaca ekstrim seperti ini.

Meski bukan kewenangannya, ia sudah menyampaikan imbauan kepada pemilik kapal atau toke ikan terhadap cuaca ekstrim.

“Kalau kapal ikan, bukan kewenangan kita. Itu (kapal ikan) kewenangan Dinas Perikanan. Harap berhati-hati saja, dan waspada perubahan cuaca ekstrim ini,” sebut dia mengakhiri.