Cuaca Ekstrim Pengaruhi Kelonjakan Harga Bawang dan Sayur di Bintan

Emak-emak belanja kebutuhan pokok di Pasar Barek Motor Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)
Emak-emak belanja kebutuhan pokok di Pasar Barek Motor Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Harga bawang hingga sayur mayur di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), terus merangkak naik. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dan semakin terasa dalam dua pekan terakhir.

Selain itu, para pedagang menyebut cuaca ekstrem menjadi penyebab utama stok bahan pangan menipis sehingga harga pun ikut terdongkrak.

“Ada yang mengalami kenaikan Rp2.000 sampai Rp4.000 per kilogram. Kenaikan sudah dua mingguan. Tapi, secara bertahap,” kata pedagang sayur, Rina, di Bintan, Kamis 11 Desember 2025.

Rina menegaskan bahwa kenaikan harga sayur mayur hampir selalu terjadi setiap musim hujan. Oleh karena itu, ia mengaku tidak terkejut ketika kenaikan kembali muncul tahun ini.

Baca Juga: Cuaca Ekstrim, KSOP Kelas III Kijang Minta Jasa Pelayaran Pantau Update Cuaca BMKG

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar sayuran yang dijualnya berasal dari Pulau Bintan. Akibatnya, pasokan lokal ikut terpengaruh cuaca. Kini, harga kangkung naik dari Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram. Lalu, harga sawi manis naik dari Rp16 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram, dan sawi hijau dari Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Selanjutnya, harga kacang panjang naik dari Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, harga buncis melesat dari Rp16 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram, dan harga pare ikut naik dari Rp14 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

Tidak hanya sayuran, harga bawang dan cabai juga mengalami lonjakan. Pedagang lainnya, Fitri, membenarkan bahwa beberapa jenis bawang dan cabai setan naik secara bertahap.

Ia menyebut harga bawang India melonjak dari Rp16 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp30 ribu menjadi Rp44 ribu per kilogram, serta bawang Bombay dari Rp18 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. Bahkan, harga cabai setan melambung dari Rp70 ribuan menjadi Rp105 ribuan per kilogram.

“Katanya bawang susah masuk. Katanya yang ditangkap Bea Cukai kemarin,” ucap dia.

Baca Juga: Usai Cek Harga Beras di Bintan, Pejabat Bapanas Kabur dari Wartawan! Ada Apa?

Namun, harga cabai merah dan cabai rawit justru turun dari Rp96 ribu menjadi Rp84 ribu per kilogram dalam empat hari terakhir. Meski demikian, harga cabai hijau masih bertahan di Rp65 ribu per kilogram.

Kenaikan harga bahan pokok ini membuat pembeli, khususnya ibu rumah tangga mulai mengeluh. Wili, seorang pembeli, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

“Kalau pada naik (harga kebutuhan pokok), kami sebagai ibu-ibu pusing juga,” ucap Wili sambil memilih cabai yang dibelinya.

Ia berharap harga kembali stabil karena masyarakat memiliki pendapatan berbeda-beda. Menurutnya, situasi saat ini membuat banyak keluarga kesulitan menyisihkan uang untuk ditabung.

“Semoga harga kebutuhan pokok kembali stabil. Sehingga ibu rumah tangga bisa belanja dengan bijak lagi,” sebut dia mengakhiri.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News