Diburu Dunia! Inilah Profil Duo Buron Keuangan RI yang Masuk Radar Interpol

Foto Kloase Pemilik Grup Kresna, Michael Steven dan mantan Presiden Direktur WanaArtha Life Evelina F. Pietruschka (Foto: dok/MI/Istimewa)
Foto Kloase Pemilik Grup Kresna, Michael Steven dan mantan Presiden Direktur WanaArtha Life Evelina F. Pietruschka (Foto: dok/MI/Istimewa)

JAKARTA – Interpol Indonesia terus memburu dua buron kelas kakap yang terlibat dalam kasus investasi dan asuransi terbesar di Indonesia, yakni pemilik Grup Kresna, Michael Steven, dan mantan petinggi Wanaartha Life, Evelina F. Pietruschka.

Karena kasus keduanya merugikan ribuan masyarakat, upaya pengejarannya kini diperkuat melalui jaringan internasional.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan posisi Michael Steven. Selain itu, nama Michael resmi masuk ke dalam red notice pada 19 September 2025. Namun, Untung menegaskan bahwa tidak semua nama dalam red notice dimunculkan di situs resmi Interpol.

“Tidak semua red notice itu ditampilkan di website, ada yang hanya khusus untuk aparat penegak hukum dan imigrasi, di mana pintu perlintasan,” ujar Untung seperti dilansir dari laman CNBC Indonesia, Kamis 11 Desember 2025.

Baca Juga: Buron Sabu Rp 5 Triliun Akhirnya Tertangkap, BNN–Interpol Ringkus Dewi Astutik di Kamboja

Meskipun demikian, Untung enggan mengungkap rincian keberadaan baik Michael maupun Evelina. Ia menambahkan bahwa anak Evelina, Rezanantha Pietruschka, sebelumnya sempat ditangkap di California, Amerika Serikat. Namun, Reza akhirnya bebas setelah membayar bail.

“Tempo hari, Reza putranya sudah ketangkep di California. Tapi, karena dia ada bail, namanya pelaku-pelaku tindak pidana ekonomi tidak ada yang kismin, nggak ada yang miskin semua kaya, semua bisa menyewa lawyer. Dan di situlah mereka selalu bail, selalu challenge ke kita, supaya interpol red noticenya gugur cabut dengan alasan ini perdata bukan pidana, dan lain sebagainya,” terang Untung.

Karena itu, Interpol Indonesia kini bekerja sama dengan sejumlah lembaga Amerika Serikat, termasuk U.S. Department of Homeland Security, ICE, dan FBI, untuk mempercepat penangkapan keluarga Pietruschka.

Lantas, seperti apa profil dua buron yang kini menjadi perhatian internasional? Berikut penjelasannya.

Profil Evelina F. Pietruschka

Evelina F. Pietruschka adalah buron utama kasus Wanaartha Life. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak 1999 sebelum beralih menjadi Presiden Komisaris pada 2011.

Selain itu, Evelina memiliki rekam jejak panjang dalam industri asuransi. Pada 2001–2002, ia menjabat sebagai Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia (DAI), dan pada 2002–2005 ia naik menjadi Chairman.

Kemudian, pada 2005 hingga 2011, ia memimpin Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Di saat bersamaan, pada 2007–2008, Evelina juga menjabat sebagai Chairman Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI).

Kariernya bahkan menjangkau level regional ketika ia menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Ia juga menyandang gelar Master dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat.

Selain itu, Evelina pernah meraih sejumlah penghargaan prestisius, seperti Finalis Entrepreneur of the Year dari Ernst & Young tahun 2009 dan Personality of The Year Award 2013 dari Asia Insurance Review Magazine.

Profil Michael Steven

Michael Steven merupakan ultimate beneficial owner dari PT Kresna Asset Management. Walaupun tidak tercatat dalam struktur resmi perusahaan, ia melakukan intervensi terhadap kontrak pengelolaan dana sehingga merugikan konsumen dan memperkaya Grup Kresna.

Tidak hanya itu, Michael juga berada di balik perusahaan Kresna Life, perusahaan asuransi yang gagal bayar hingga Rp 6,4 triliun kepada sekitar 8.900 pemegang polis.

Pada 1999, Michael mendirikan PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN), sebuah investment bank tradisional yang bergerak di bidang investment management, brokerage, dan underwriting. Setelah OJK mencabut izin Kresna Life, nama perusahaan itu berganti menjadi PT Quantum Clovera Investama Tbk melalui RUPS LB pada 22 Juni 2023.

Prestasi Michael pun tidak sedikit. Berdasarkan situs resmi Kresnainvestments.com, KREN pernah masuk daftar “Best Under A Billion” Forbes Asia edisi Juli/Agustus 2019 dan “50 Best of the Best Companies” Forbes Indonesia selama dua tahun berturut-turut.

Michael juga pernah meraih gelar “The Best CEO of Innovation” selama tiga tahun berturut-turut, serta masuk daftar “Indonesian Top Financial Figures” selama dua tahun.

Selain itu, ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, seperti Komisaris Utama PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), Wakil Direktur PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), serta Direktur PT Kresna Cakra Unika. Ia juga mengemban jabatan sebagai Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan Kelautan & Perikanan Kadin Indonesia.

Michael merupakan lulusan MBA dari Golden Gate University dan meraih gelar sarjana dari The University of Texas at Austin.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News