Diduga Pungli di Waduk Bintan Enaw, Kemping Dipatok Tarif hingga Rp100 Ribu per Tenda

Masyarakat sedang berkemping dipinggiran Waduk Bintan Enaw berada di Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok/istimewa)
Masyarakat sedang berkemping dipinggiran Waduk Bintan Enaw berada di Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok/istimewa)

BINTAN – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di kawasan wisata alam Waduk Bintan Enaw, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Pasalnya, seorang warga bernama Alni diduga melakukan pungutan terhadap pengunjung yang mendirikan tenda atau melakukan aktivitas kemping di sekitar Daerah Irigasi Bintan Buyu yang dikenal dengan sebutan Bintan Enaw.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ulasan Network, Senin 15 Desember 2025, pengunjung yang datang dan melakukan kemping di sekitar Waduk Bintan Enaw dikenakan tarif sewa tempat sebesar Rp25.000 per orang.

Baca Juga: Heboh! Oknum Staf Disdik Tanjungpinang Diduga Minta Uang Pelicin Sertifikasi Guru, Wali Kota Diminta Turun Tangan

Selain itu, pengunjung juga dibebankan biaya tambahan sebesar Rp100.000 untuk setiap tenda yang didirikan.

Namun demikian, penerapan tarif sewa tempat kemping tersebut tidak disertai dengan pemberian karcis atau tiket resmi kepada para pengunjung.

Akibatnya, sejumlah pengunjung mengaku terkejut dan merasa heran dengan adanya pungutan biaya kemping di pinggiran Waduk Bintan Enaw.

Informasi dari sejumlah pengunjung, warga yang memungut biaya tersebut berdalih telah bekerja sama dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS).

Baca Juga: BWS Kepri: Boleh Jualan di Sekitar Bendungan Bintan Buyu, Asal Tak Bangun Permanen

Oleh karena itu, yang bersangkutan mengklaim memiliki kewenangan untuk melakukan pungutan atau menerapkan tarif sewa tempat kemping di lokasi tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini Alni belum memberikan penjelasan secara rinci terkait dasar penerapan tarif tersebut.

Bahkan, saat dikonfirmasi oleh jurnalis Ulasan Network, ia justru balik mempertanyakan sumber informasi yang diterima wartawan.

“Dapat info dari mana ya,” singkat pesan yang dikirim Alni.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News