TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri kembali menyoroti meningkatnya perilaku seks bebas dan menyimpang di kalangan pelajar, karena fenomena ini semakin berisiko memicu penyebaran penyakit menular seksual.
Kemudian, sorotan ini muncul setelah ditemukan 20 pelajar di Kabupaten Bintan yang mengidap HIV. Diduga kuat akibat perilaku seks menyimpang.
Setelah temuan tersebut, Kadinkes Kepri, Mohammad Bisri, langsung menegaskan bahwa pihaknya kini bekerja lebih ekstra dan intens dalam memberikan edukasi mengenai bahaya seks bebas sejak dini.
Baca Juga: RSUD Bintan Tangani 25 Pasien Pederita HIV-AIDS
“Makanya kami harus lebih intens lagi untuk sosialisasi bahayanya perilaku seks menyimpang. Perilaku ini bisa menyebarkan HIV,” kata Bisri, Sabtu 15 November 2025.
Selanjutnya, Bisri menjelaskan bahwa munculnya perilaku menyimpang, seperti LGBT dan seks lelaki dengan lelaki, dipengaruhi banyak faktor.
Selain itu, menurutnya, faktor tersebut mulai dari lingkungan sekitar, pengaruh media sosial hingga kondisi psikologis para pelajar.
“Makanya sosialisasi ini juga penting, agar pelajar tidak melakukan seks bebas,” ucapnya.
Meski begitu, dia menyampaikan bahwa obat-obatan untuk penyakit ini memang sudah ditemukan.
Baca Juga: 193 Kasus HIV Terdeteksi di Batam, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Pencegahan
Namun demikian, dia menekankan bahwa pola hidup sehat serta menjauhi seks bebas tetap harus dilakukan oleh generasi muda.
“Memang sekarang ini sudah ada obatnya, minimal untuk mengontrol penyakitnya. Tapi secara agama kan hal itu dilarang,” ujarnya.
Ketika disinggung soal jumlah kasus HIV di Kepri sepanjang 2025, Bisri mengaku belum menerima data resmi.
“Tapi yang pasti penyakit HIV ini akan menular, pasiennya paling banyak di Kota Batam,” pungkasnya.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















