TANJUNGPINANG – Ratusan anak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) masih menderita stunting yang disebabkan faktor sanitasi dan ekonomi keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam menyebutkan, angka stunting di Kota Tanjungpinang mencapai 250 anak. Angka stunting tersebut telah menurun dibandingkan sebelumnya mencapai 300 lebih anak.
Oleh karena itu, katanya, Dinkes Kota Tanjungpinang lebih konsentrasi pada pencegahan ke hulu, seperti para remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil. Sehingga petugas kesehatan akan melakukan pendampingan pemeriksaan terhadap calon pengantin menjelang tiga bulan pernikahan.
“Kita berikan tablet penambah darah pada remaja putri tersebut,” ucap Rustam, Kamis 3 Oktober 2024
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di sekolah-sekolah, katanya, anemia pada remaja putri relatif baik. Karena hanya sedikit remaja putri menderita anemia berat dan selebihnya anemia ringan.
Sedangkan angka anemia pada ibu hamil masih tinggi. Sehingga pihaknya memastikan ibu hamil lebih sering dipantau agar segera ditangani.
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang Temukan 53 Kasus DBD
Dari data yang tercatat wilayah paling banyak terdapat kasus stunting terjadi di Kelurahan Tanjung Unggat, Kelurahan Kampung Bugis, dan Kelurahan Pinang Kencana.
“Delapan persen dari balita yang paling tinggi, yang lainnya sudah rendah empat persen,” katanya. (*)
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















