Disnaker Batam Harap Aplikasi Mantab BP Batam Terintegrasi ke Simnaker

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto (Foto: Randi Rizky K)

BATAM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menegaskan tidak merasa tersaingi dengan kehadiran aplikasi Mantab (Manajemen Talenta Batam) milik BP Batam yang dilaunching pada Senin 8 Desember 2025.

Sebaliknya, Disnaker mengapresiasi peluncuran platform tersebut dan berharap dapat terintegrasi dengan sistem Simnaker milik pemkot Batam.

Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakan bahwa pihaknya memiliki aplikasi Simnaker, yang berisi daftar lowongan kerja, data perusahaan, dan data pencari kerja yang telah terhubung dengan aplikasi SiapKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Yudi, kehadiran Mantab justru membuka peluang kolaborasi lebih besar antara BP Batam, Disnaker Batam, dan kementerian.

“Jadi kami menyambut baik aplikasi Mantab milik BP Batam, sehingga nanti kami bisa berkolaborasi. Ini sangat memudahkan masyarakat, terutama pencari kerja, untuk mencari pekerjaan secara online. Kebutuhan perusahaan dapat dilihat secara langsung melalui sistem,” ujarnya. Ia menyebutkan, saat ini sekitar 300 perusahaan telah terdaftar di Simnaker.

Terkait integrasi kedua sistem tersebut, Yudi mengungkapkan, usai launching platform Mantab, ternyata keduanya telah diintegrasikan.

“Baru tadi terintegrasi,” katanya menambahkan.

Selain itu pihaknya juga sudah mengkomunikasikan ke kementerian agar prioritas tetap diutamakan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“jadi tidak kita kunci bagi yang ber-KTP Batam, tetapi seluruh KTP Kepri. Jadi nanti ketika pelamar mendaftar, bisa terlihat apakah mereka termasuk yang diprioritaskan,” jelasnya menerangkan.

Ketika ditanya mengenai dorongan agar perusahaan memprioritaskan 20-25 persen pekerja lokal, Yudi menyebutkan bahwa kondisi di lapangan justru menunjukkan hasil yang lebih baik.

“Hasil Survei kawan-kawan turun ke lapangan, alhamdulillah perusahaan-perusahaan di Batam ini sudah hampir 90 persen menyerap tenaga kerja lokal,” sambungnya.

Di sisi lain, Yudi juga menjelaskan program pelatihan yang telah dijalankan Disnaker sepanjang 2025. Pelatihan meliputi forklift dasar dan lanjutan, teknisi AC, bahasa Inggris, tata boga, dan menjahit, dengan total sekitar 3.400 peserta. Program tersebut diperkirakan akan berlanjut dengan jumlah serupa pada tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua DPRD Batam Kamaludin turut menyambut baik kehadiran aplikasi Mantab. Menurutnya, platform ini menjadi penunjang penting agar pertumbuhan investasi dan ekonomi Batam dapat selaras dengan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kami lihat aplikasinya cukup bagus dan cukup canggih. Semoga dapat menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya menyampaikan.

Kamaludin juga menegaskan bahwa pemerintah telah sepakat agar perusahaan memprioritaskan setidaknya 20 persen tenaga kerja lokal. Ia menyebut hal tersebut penting mengingat saat ini Batam memiliki jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar.

“Sekarang kita sedang kelebihan usia produktif yang sangat besar sekali,” katanya menambahkan.

Namun, ia mengakui belum ada regulasi yang mengikat terkait kesepakatan tersebut. Ke depan, kata dia, penyusunan aturan menjadi hal yang tidak bisa dihindari. “Saya pikir untuk menertibkan harus begitu (dibuatkan aturan),” ucapnya mengakhiri keterangan.