DPRD Nilai Wali Kota Rahma Banyak Salah Soal Refocusing Anggaran

  • Bagikan
DPRD Nilai Wali Kota Rahma Banyak Salah Soal Refocusing Anggaran
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Novaliandri Fathir

Tanjungpinang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menilai Wali Kota Tanjungpinang Rahma banyak kesalahan dalam refocusing anggaran selama menjabat.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Novaliandri Fathir mengatakan, dalam instruksi pemerintah pusat, terdapat tiga bidang peruntukan refocusing anggaran selama masa pandemi COVID-19. Ketiga bidang itu ialah jaringan pengaman sosial, penanganan COVID-19, serta pemulihan ekonomi.

Menurutnya, berbagai bidang itulah yang menjadi tujuan refocusing oleh pemerintah pusat. Di Tanjungpinang, refocusing anggaran itu pun telah dilakukan beberapa kali.

“Akan tetapi, hasil refocusing anggaran yang dilakukan oleh Wali Kota Rahma kerap kali tidak sesuai dengan instruksi pemerintah pusat,” ujar Fathir di di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senin (20/09).

Bahkan, sebagian anggaran dengan jumlah mencapai miliaran rupiah itu tidak jelas pertanggungjawabannya.

“Anggaran ini (refocusing) memang sebagian dilakukan. Tapi sebagian lagi tidak seusai peruntukannya,” tutur Fathir.

Misalnya saja, pada anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dalam pengesahannya, anggaran tersebut berjumlah Rp422 miliar. Lalu, anggaran itu naik pada refocusing pertama menjadi Rp428 miliar, serta refocusing kedua menjadi Rp457 miliar.

BACA JUGA: Komisi I DPRD Tanjungpinang Enggan Komentari Soal Status Kuasa Hukum Pemko

Ia pun menilai anggaran TPP yang cukup besar itu tidak sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

Selain itu, ia menilai kebijakan Rahma kerap kali tidak berpihak kepada masyarakat. Pasalnya hingga saat ini bantuan untuk masyarakat dapat dikatakan tidak ada.

“Kami melihat jaringan pengaman sosial, dan bantuan langsung kepada masyarakat itu bisa dikatakan tidak ada,” tegasnya.

Ia pun meminta agar Wali Kota Tanjungpinang Rahma dapat lebih memanfaatkan anggaran sesuai porsinya. Terlebih lagi pada masa pandemi COVID-19 saat ini.

Ia meminta agar Rahma dapat lebih peka kepada masyarakat dengan meniadakan pendanaan yang tidak penting.

“Pekalah kepada masyarakat. Tiadakan proyek yang tidak penting. Mulai bangun pondasi yang kuat dengan kesehatan,” tegasnya lagi. (*)

Pewarta: Muhammad Chairuddin
Redaktur: Muhammad Bunga Ashab

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 11 =

− 1 = 1