Dua Hari Hilang, ABK Kapal Pembawa 190 Ton Semen Ditemukan Tewas Terjebak di Dalam Bangkai Kapal di Moro

KARIMUN – Misteri hilangnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Andika Franata Panjain (18) akhirnya terungkap dengan tragis. ABK muda tersebut ditemukan tewas terjebak di dalam bangkai Kapal Layar Motor (KLM) Green 6 yang tenggelam di Perairan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Setelah dua hari pencarian dramatis, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad korban pada Senin, 27 Oktober 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian intensif sejak kapal tersebut karam.

Baca Juga: Hantam Karang! Kapal Bermuatan 195 Ton Semen Tenggelam di Karimun, Satu ABK Masih Hilang

KLM Green 6, yang diketahui mengangkut 195 ton semen, tenggelam di Perairan Terumbu Stail, Desa Pulau Moro, Kecamatan Moro pada Sabtu, 25 Oktober 2025 lalu. Tragedi itu membuat satu ABK hilang, sementara empat lainnya berhasil selamat.

Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Adi Suhendra, membenarkan temuan jasad tersebut.

“Benar, mayat yang ditemukan di bagian dalam badan kapal oleh tim penyelam. Korban adalah Andika Franata Panjain, ABK KLM Green 6 yang tenggelam,” ujar AKP Adi Suhendra saat dikonfirmasi.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum serta identifikasi lebih lanjut. Pihak berwenang kemudian menyerahkan jasad Andika kepada keluarga di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat.

Baca Juga: Gaji PPPK Karimun Akan Dialihkan ke Bank BPR, IPN Gerak Cepat Minta Audiensi ke Bupati

Sebelumnya, KLM Green 6 dengan bobot 98 GT diketahui berlayar dari Pelabuhan Kabil, Batam, menuju Tanjung Balai Karimun pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB. Kapal tersebut dinakhodai oleh Baharudin dan membawa empat ABK lainnya, termasuk korban.

Namun, perjalanan kapal tidak berjalan mulus. Sekitar pukul 20.00 WIB, cuaca buruk menghadang di Perairan Pulau Mantras, sehingga kapten kapal memutuskan berlindung sementara di Pulau Panjang, Kecamatan Moro.

Nahas terjadi keesokan harinya, Sabtu, 25 Oktober 2025 dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB. KLM Green 6 kandas keras setelah menabrak Terumbu Karang Stail. Kapten Baharudin sempat meminta pertolongan, dan KM Melci 88 tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengevakuasi awak kapal.

Namun, hanya berselang satu jam, kapal mengalami kebocoran parah dan akhirnya tenggelam total sekitar pukul 09.00 WIB. Empat ABK berhasil menyelamatkan diri ke KM Melci 88, tetapi Andika Franata Panjain dinyatakan hilang dalam insiden itu.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News