Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Kepri Siapkan 126 SPPG di Wilayah 3T

Pemprov Kepri
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau SPPG Basuki Rakhmat, Kota Tanjungpinang. (Foto: Dok Diskominfo Kepri)

TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan ialah pendataan dan pembangunan 126 Sentra Pemberian Pangan Bergizi (SPPG) di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pembangunan SPPG ini menjadi prioritas Pemprov Kepri bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sekarang sudah masuk tahap pendaftaran untuk wilayah 3T, total ada 126 dapur yang akan dibangun. Targetnya tahun ini bisa rampung, mohon doa dari masyarakat,” ujar Nyanyang, Sabtu 25 Oktober 2025.

Wagub Kepri
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura. (Foto: Ardiansyah)

Menurutnya, tantangan utama dalam pembangunan SPPG di wilayah 3T adalah akses logistik dan infrastruktur.

“Kita harap distribusi logistik bisa disuplai dari wilayah besar seperti Batam, Karimun, dan Tanjungpinang agar pelaksanaannya lebih lancar,” ujarnya.

Dukung Arahan Presiden Prabowo

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program MBG untuk kelompok B3 — yakni Bumil (ibu hamil), Busui (ibu menyusui), dan Balita non-PAUD — dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Kepri.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji yang turut meninjau pelaksanaan program di Tanjungpinang, memastikan bahwa dapur SPPG yang sudah beroperasi berjalan sesuai standar.

“Yang penting itu kebersihannya. Setelah saya lihat langsung, dapur SPPG Basuki Rahmat sudah memenuhi standar dan beroperasi dengan baik,” kata Wihaji.

SPPG Basuki Rahmat saat ini melayani 198 penerima manfaat MBG kelompok B3, dengan distribusi makanan bergizi dilakukan langsung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader posyandu ke rumah-rumah penerima selama dua bulan ke depan.

“Program ini diharapkan bisa mencegah stunting sejak dini, terutama di fase seribu hari pertama kehidupan. Kita ingin kualitas gizi keluarga meningkat dari akar,” kata Wihaji dalam kunjungannya ke Tanjungpinang, Kamis 23 Oktober 2025.

 

Pemprov Kepri
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau SPPG Basuki Rakhmat, Kota Tanjungpinang. (Foto: Dok Diskominfo Kepri)

Pastikan Tepat Sasaran dan Menjangkau Pulau Terluar

Wihaji juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima bantuan. “Kita pastikan yang menerima benar-benar kelompok B3. Jangan sampai bantuan ini justru dinikmati oleh yang tidak berhak,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program Dasyat (Dapurnya Anak Sehat) untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terluar. “Secara nasional, penerima MBG kelompok B3 sudah mencapai sekitar 31 ribu orang, dan akan terus diperluas, termasuk ke wilayah kepulauan,” ujarnya.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau SPPG Basuki Rakhmat, Kota Tanjungpinang. (Foto: Dok Diskominfo Kepri)

Kepri Capai 63 Persen Penyaluran MBG

Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad menegaskan komitmen penuh Pemprov Kepri dalam mendukung program nasional tersebut.

“Hingga saat ini, penyaluran MBG di Kepri sudah mencapai 63 persen dengan 89 SPPG aktif di seluruh wilayah,” ungkapnya.

Pemprov Kepri, lanjut Ansar, akan terus memperluas jangkauan penerima hingga ke pulau-pulau terluar. “Kita ingin program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar dirasakan oleh semua kelompok penerima. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya.

Baca juga: Menteri Wihaji Tutup Adujak Genre 2025 Kepri, Gubernur Ansar: Jadi Wadah Cetak Generasi Berkualitas

Dengan hadirnya 126 SPPG baru di wilayah 3T, Pemprov Kepri optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, memastikan setiap ibu dan anak di Kepri mendapatkan akses gizi yang layak dan berkualitas. (*)