Erick Tohir Pertahankan Gelaran MotoGP Mandalika Meski Timbulkan Kerugian

MotoGP
Balapan MotoGP Sirkuit Mandalika. (Foto:Instagram/@motogp)

JAKARTA – Menteri BUMN, Erick Tohir akan bersikeras tetap mempertahankan agenda balapan MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Mandalika meski mendatangkan kerugian besar.

Sebelumnya, Dirut InJourney Dony Oskaria telah menyampaikan, gelaran MotoGP menimbulkan kerugian hingga Rp50 miliar. Sementara, event balapan World Superbike (WSBK) mendatangkan kerugian sebesar Rp100 miliar.

Erick Tohir berdalih, agenda balapan MotoGp di Sirkuit Mandalika, Lombok sangat penting untuk mengangkat citra atau brand Indonesia di mata dunia internasional. Terutama citra untuk sektor pariwisata Indonesia.

“MotoGP-nya itu kita pertahankan. Karena itu sangat positif untuk branding sebuah negara. Walaupun tentu kalau jangka pendek belum terasa. Tapi kalau sudah 2-3 tahun itu menjadi merek yang berkesinambungan. Itu menjadi kekuatan,” kata Tohir di Gedung DPR, Kamis (15/6) dikuti dari cnnindonesia.

Menurut Dony Oskaria, jika nantinya gelaran WSBK dihilangkan. Maka bisa membantu menurunkan perusahaan. Sehingga, kerugian yang ditimbulkan tidak makin besar tiap tahunnya, bila dibandingkan event tersebut dipertahankan.

“Nanti WSBK ini akan kita hilangkan, sehingga tidak muncul biaya di dalam penyelenggaraan WSBK yang sebetulnya event itu tidak menarik sponsorship,” jelas Doni.

Selain event WSBK, kerugian perusahaan juga disumbang dari penyelenggaraan MotoGP. Penyebabnya, karena pemasukan dari iklan, dan sebagainya lebih besar dibandingkan biaya operasionalnya.

Baca juga: Balapan WSBK Indonesia Bakal Ditiadakan, Sirkuit Mandalika Rugi Rp100 Miliar

Dari perhitungan InJourney, kerugian akibat penyelenggaraan MotoGP Rp50 miliar. Namun, event ini cukup menarik sponsor sehingga bisa tetap dilaksanakan.

“MotoGP itu sudah kita hitung, dan kita punya gap sekitar Rp50 miliar. Ini yang sedang kita carikan cara bagaimana kita mendapatkan tambahan sponsorship untuk menutupi gap ini. Sehingga kita bisa melokalisir problemnya di Mandalika ini,” ungkapnya.

Adapun langkah-langkah ini dilakukan sebagai salah satu cara mengurangi utang Sirkuit Mandalika, yang saat ini mencapai Rp4,6 triliun. Utang tersebut terbagi atas kewajiban pembayaran jangka pendek sebesar Rp1,2 triliun dan jangka panjang Rp3,4 triliun.

Untuk pembayaran jangka pendek, InJourney melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,19 triliun kepada pemerintah.

Di mana, dari jumlah tersebut sebesar Rp1,05 triliun akan digunakan untuk membayar utang Sirkuit Mandalika.

“Terus terang saya tidak bisa selesaikan kewajiban yang short term ini, diantaranya untuk bayar pembangunan Grand Stand, VIP Village, sama kebutuhan modal kerja saat penyelenggaraan event. Karena itu penyelesaiannya harus dengan equity,” pungkasnya.

Baca juga: Ducati Tutup Pintu, Pit Beirer Buka Peluang Marc Marquez Gabung KTM