JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menelurkan gagasan besar di bidang pendidikan nasional. Kali ini, ia berencana membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan yang ditujukan bagi kalangan kelas menengah di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir dari laman Kompas.com.
Menurutnya, sekolah ini akan menjadi pelengkap dari program Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda yang telah lebih dulu digagas pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Bikin Gebrakan, Mahasiswa Kedokteran Indonesia Bakal Dikirim Belajar ke Selandia Baru
“Bapak Presiden juga perintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi. Kemudian yang tengah-tengah ini diperkirakan akan menampung anak-anak dari keluarga desil 3, 4, 5, dan 6,” kata Pratikno.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolah terintegrasi tersebut akan dibangun di setiap kecamatan dengan fasilitas modern dan lengkap. Nantinya, sekolah ini akan memiliki laboratorium, ruang olahraga, bengkel rakit, hingga program vokasional yang mendorong siswa memiliki keterampilan praktis sejak dini.
Meski begitu, Pratikno menegaskan bahwa nama resmi sekolah terintegrasi ini belum ditetapkan. Presiden Prabowo, kata dia, meminta agar konsep dan pelaksanaannya dipikirkan secara matang sebelum diluncurkan ke publik.
“Namanya masih belum dipastikan, tapi kami diperintahkan untuk memikirkan lebih dalam. Mungkin semacam sekolah terintegrasi, sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ada SD, ada SMP, ada SMA, ada SMK,” ucap Pratikno.
Selain fokus pada fasilitas, Presiden Prabowo juga menginginkan kurikulum yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan keterampilan abad 21. Sekolah tersebut akan mengajarkan sains, teknologi informasi, teknik (engineering), serta matematika.
Tak hanya itu, Prabowo juga menambahkan unsur kesenian dan olahraga dalam kurikulum agar siswa memiliki keseimbangan antara intelektual dan kreativitas.
Baca Juga: Purbaya Pamer Topi Bertuliskan 8%, Target Ekonomi Presiden Prabowo
“Tetapi, juga Pak Presiden menambahkan art and sport. Oleh karena itu, beliau sampaikan STEM, jadi, sains, teknologi, engineering, art, dan juga math dan sport,” beber dia.
Saat ini, Kemenko PMK bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan sistem pendidikan sekolah terintegrasi tersebut.
Pratikno bahkan membuka kemungkinan bahwa sebagian sekolah yang sudah ada akan dikonversi menjadi sekolah terintegrasi, seperti yang dilakukan dalam program Sekolah Unggul Garuda.
“Seperti skema yang ada di Sekolah Unggul Garuda. Di Sekolah Unggul Garuda tidak semuanya baru, ada sebagian yang merupakan transformasi dari sekolah existing,” kata Pratikno.
Dengan rencana ambisius ini, pemerintahan Prabowo menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan sistem pendidikan yang merata, modern, dan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















