JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Adapun peringatan ini berlaku mulai 14 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 17 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan pemodelan gelombang terbaru, BMKG mendeteksi peningkatan signifikan kecepatan angin di berbagai kawasan laut. Akibatnya, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian mencapai 4 meter di beberapa zona perairan.
Selain itu, BMKG juga mengungkapkan adanya Siklon Tropis Bakung yang terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Lampung. Sementara itu, BMKG mencatat dua bibit siklon lainnya, yakni Bibit Siklon 92S di Samudra Hindia barat Bengkulu serta Bibit Siklon 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur (12.4°LS 112.7°BT).
Baca Juga: BMKG: Siap-siap Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Daftar Wilayah Rawan
Lebih lanjut, ketiga sistem cuaca tersebut secara langsung menyebabkan peningkatan kecepatan angin sekaligus memperbesar tinggi gelombang laut di wilayah terdampak.
Di sisi lain, untuk wilayah Indonesia bagian utara, angin umumnya bertiup dari arah Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, arah angin didominasi dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan yang lebih kuat, yakni 6 hingga 25 knot.
Bahkan, BMKG mengidentifikasi titik kecepatan angin tertinggi berada di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga perairan Lampung.
Wilayah Berpotensi Gelombang Sedang 1,25–2,5 Meter
Sebagai dampaknya, gelombang kategori sedang diperkirakan melanda sejumlah perairan strategis, antara lain:
- Samudra Hindia barat Aceh, barat Kepulauan Nias, dan barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali, NTB, dan NTT
- Selat Malaka bagian utara dan Selat Karimata bagian utara
- Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur
- Selat Makassar bagian selatan serta Laut Sulawesi bagian timur
- Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua
Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi 2,5–4 Meter
Lebih mengkhawatirkan lagi, BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran di wilayah berikut:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Laut Natuna Utara
Oleh karena itu, BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca ini memiliki risiko besar terhadap keselamatan transportasi laut, khususnya kapal berukuran kecil. Sebagai gambaran, BMKG merinci tingkat risiko pelayaran berdasarkan kombinasi kecepatan angin dan tinggi gelombang.
- Perahu Nelayan berisiko saat angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter
- Kapal Tongkang berisiko saat angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter
- Kapal Ferry berisiko saat angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau seluruh pengguna transportasi laut, terutama nelayan dan operator kapal, agar selalu memperbarui informasi cuaca. Untuk itu, masyarakat disarankan memantau kondisi maritim melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial resmi @bmkgmaritim.
Dengan demikian, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama guna mencegah terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















