Gubernur Kepri Minta TNI AL Perkuat Pengamanan Laut Natuna

  • Bagikan
Gubernur Kepri Minta TNI AL Perkuat Pengamanan Laut Natuna
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto: Engesti)

Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat pengamanan Laut Natuna.

Pasalnya, di Laut Natuna masih kerap terdengar adanya kapal-kapal asing memasuki ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut Natuna Utara.

“Kita minta TNI AL untuk meningkatkan, intensitas di sana agar laut Natuna aman,” kata Ansar di Kantor TV Tanjungpinang, Kamis, (23/09).

Walau pun demikian, dirinya memaklumi bahwa TNI AL memiliki keterbatasan armada laut dalam mengawasi kedaulatan maritim di perbatasan Laut Cina Selatan tersebut.

Pihaknya tetap mengapresiasi, upaya TNI AL sebagai garda terdepan menjaga laut Natuna dari ancaman kapal asing.

“Walau pun jawaban dari TNI AL mereka kekurangan armada kita tetap apresiasi. Tapi yang penting harus diidentifikasi kalau kapal itu tidak masuk ke ZEE kita, ya kita tidak persoalkan,” kata Ansar.

Ia berharap, pemerintah pusat melalui kementerian terkait bisa memperhatikan keselamatan dan keamanan Laut Natuna.

“Agar masyarakat Natuna tidak khawatir saat melaut,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kapal Perang China Berkeliaran di Laut Natuna Utara Buat Nelayan Takut

Sebelumnya dilaporkan, sebanyak enam unit Kapal Perang China berkeliaran di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Kehadiran kapal itu membuat para nelayan lokal di Natuna merasa takut melaut.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Henri mengatakan, anggotanya melihat sejumlah kapal asing memasuki Laut Natuna Utara pada Senin, 13 September 2021. Kejadian tersebut sempat direkam oleh anggotanya.

Henri mengungkapkan, sejumlah kapal asing tersebut, berada di titik koordinat 6.17237 Lintang Utara dan 109.01578 Bujur Timur.

“Ada enam unit kapal, satu kapal induk, tiga kapal perang, dua kapal Coast Guard. Berdasarkan pemahaman kami mereka masih masuk ke daerah kita,” kata Henri saat ditemui di pelabuhan nelayan Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Jumat (17/09).

“Di kapal induk terlihat pesawat dan dua helikopter,” lanjutnya sambil memperlihatkan video kapal asing yang diambil oleh anggotanya.

Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut mondar-mandir di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Adapun kapal yang terlihat paling jelas adalah destroyer Kunming-172.  (*)

Pewarta: Engesti
Redaktur: Muhammad Bunga Ashab

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + 17 =

85 − = 80