TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyambut langsung kedatangan Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, yang tiba di Pulau Penyengat bersama Kepala BPJPH RI Ahmad Haikal Hasan.
Kehadiran rombongan tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi Kepri.
Sejak awal acara, suasana tampak semarak. Dalam pidatonya, Ansar Ahmad menegaskan bahwa kehadiran Menpar RI membawa semangat baru bagi Kepri untuk terus mendorong peningkatan sektor pariwisata.
“Kunjungan ibu menjadi semangat bagi kami untuk terus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Kepri,” kata Ansar dalam pidatonya, Kamis 16 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Ansar menjelaskan bahwa meski Pulau Penyengat memiliki luas wilayah yang kecil, pulau ini menyimpan nilai sejarah besar. Pulau tersebut merupakan titik awal lahirnya bahasa Indonesia yang kini menjadi bahasa persatuan bangsa.
“Kami akan membangun monumen tugu bahasa sebagai monumen nasional tahun depan. Mudah-mudahan itu bisa menjadi magnet pariwisata di Kepri maupun di Indonesia,” singkatnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam pidatonya menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi tindak lanjut kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata dan BPJPH. Program tersebut fokus pada percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di Desa Wisata.
Ia mengungkapkan, program ini telah berjalan sejak Juli 2025 melalui pilot project di 20 Desa Wisata, termasuk Desa Wisata Pulau Penyengat. Hingga saat ini, sebanyak 438 produk UMKM telah tersertifikasi halal.
“Kami akan memperluas ke 1.500 Desa Wisata di 15 Provinsi dalam rangka Indonesia Muslim Travel Index 2025,” ucapnya.
Menurut Menpar, langkah tersebut sangat penting karena menjadi tonggak besar dalam memperkuat posisi Indonesia. Sebagai destinasi utama pariwisata ramah muslim dunia. Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal.
“Sangat tepat jika pulau ini menjadi lokasi simbolis untuk menegaskan komitmen kita dalam penguatan pariwisata halal,” pungkasnya.
Tak hanya itu, dalam rangkaian acara tersebut, Pemprov Kepri juga menyerahkan sertifikat tanah kepada Menpar RI. Nantinya, lahan ini akan digunakan untuk pembangunan pusat kreasi destinasi pariwisata.
Selain itu, dua pelaku UMKM di Tanjungpinang juga menerima sertifikat halal secara simbolis sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan wisata halal di Kepri.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















