Gunung Semeru Kembali Erupsi, Lava Pijar Mengalir Deras dari Puncak

Letusan Gunung Semeru tahun 2004 silam. (Foto: Rietze/Unikma.ac.id)
Letusan Gunung Semeru tahun 2004 silam. (Foto: Rietze/Unikma.ac.id)

LUMAJANG – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya malam ini. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali erupsi dan, selain itu, melepaskan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak yang disertai luncuran lava pijar.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 8 Desember 2025, pukul 21.24 WIB,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, seperti dilansir Antara.

Kemudian, Mukdas menjelaskan bahwa tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Heboh! Video Sebut Ada Mayat dalam Mobil Tersapu Banjir Aceh Tamiang, Polisi Cek Lokasi

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 182 detik,” tuturnya.

Selain itu, dari Pos Pengamatan, petugas melihat luncuran lava pijar mengalir dari puncak, sementara sinar api tampak jelas turun ke lereng Semeru.

Karena aktivitas vulkanik terus meningkat, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau siaga. Oleh sebab itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat.

PVMBG menegaskan agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Air Laut Pasang Tinggi, Warga Sei Enam Pilih Berenang Bersama

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga dilarang mendekati radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Karena kawasan tersebut sangat rawan lontaran batu pijar.

Lebih jauh, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), aliran lava. Hingga lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Area yang harus diwaspadai mencakup Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat. Serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.*

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News