TANJUNGPINANG – Sore hari di Tanjungpinang selalu punya cerita, angin laut berembus lembut, matahari perlahan turun ke ufuk barat, dan siluet jingga memantul di permukaan air. Di momen itu, banyak warga memilih satu tempat yang sudah menjadi ikon kebanggaan Kepulauan Riau, Taman Gurindam 12.
Tempat ini bukan sekadar ruang terbuka. Di sini, orang-orang duduk bersantai, melepas penat, atau bercengkerama bersama keluarga. Namun, meski selalu ramai, kawasan ini masih dianggap belum cukup menggoda wisatawan dari luar daerah, apalagi mancanegara.
Baca Juga: Gurindam 12 Dikelola Swasta: Kadis PUPP Kepri Pastikan Parkir Gratis dan PAD Bakal Naik
Pemerintah Provinsi Kepri tengah menyiapkan wajah baru bagi Gurindam 12. Rencananya, kawasan ini akan disulap menjadi destinasi wisata kuliner modern dengan nuansa khas budaya melayu.
Kepala Dinas PUPRP Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan ini bukan proyek kecil. “Menata ulang Gurindam 12 membutuhkan biaya yang besar sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, pihak swasta hingga pemerintah pusat,” ujarnya.
Dibagian Zona 1-B kawasan Gurindam 12 akan dikelola pihak ketiga/swasta. Dimana Pemerintah Provinsi Kepri saat ini telah melakukan lelang diperuntukkan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) di lokasi tersebut.
Tercatat sudah ada tujuh perusahaan yang mendaftarkan diri untuk ikut lelang pengelolaan, mulai dari BUMD Kepri hingga perusahaan swasta nasional.
Dari total 148.600 meter persegi lahan, hanya 5 persen yang akan dibangun. Nantinya, empat blok utama akan hadir dengan nama unik: Dugong, Dinkis, Gong-gong, dan Napoleon. Sisanya akan menjadi area parkir luas, bahkan kelak parkirnya gratis.
Baca Juga: Gubernur Kepri Jelaskan Alasan Pengelolaan Gurindam 12 Tanjungpinang Dilelang
Meski pengelolaan diserahkan ke pihak ketiga, pemerintah memastikan sentuhan budaya melayu tetap menjadi jiwa dari Gurindam 12. “Dalam pembangunannya akan tetap kita awasi sehingga pembangunan tersebut tetap memiliki unsur-unsur kearifan lokal budaya melayu,” kata Rodi menegaskan.
Dalam skema kerjasama ini, pihak ketiga wajib membayar biaya sewa tahunan sekaligus memberikan bagi hasil keuntungan bersih kepada Pemprov Kepri. Hasil bagi hasil tersebut akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sebagai contoh praktik serupa yang sudah berjalan di DI Yogyakarta. Sistem ini terbukti berhasil meningkatkan PAD daerah dan bisa menjadi model untuk Kepri,” kata Rodi mencontohkan.
Tak hanya itu, tahun 2026 mendatang pemerintah juga akan membangun pedestrian baru dengan dana APBD provinsi. Lalu, pelebaran jalan dari Gedung LAM hingga Lantamal akan dibiayai langsung oleh Kementerian PUPR.
Bayangkan, sebuah kawasan yang dulu hanya menjadi tempat bersantai warga, sebentar lagi berubah menjadi destinasi wisata unggulan. Sunset yang indah akan berpadu dengan aroma kuliner melayu, jalur pedestrian nyaman, hingga parkir gratis untuk pengunjung.
Dengan wajah barunya, Gurindam 12 tidak lagi sekadar ikon, tetapi akan menjadi magnet wisata yang membanggakan bagi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















