Hantam Karang! Kapal Bermuatan 195 Ton Semen Tenggelam di Karimun, Satu ABK Masih Hilang

Empat anak buah kapal (ABK) dievakuasi. (Foto: Dok. SAR)
Empat anak buah kapal (ABK) dievakuasi. (Foto: Dok. SAR)

KARIMUN – Sebuah kapal motor bernama KLM Green 6 dengan bobot GT 98 yang mengangkut 195 ton semen dilaporkan tenggelam setelah menabrak terumbu karang di perairan Desa Pulau Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat insiden tersebut, seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Andika (18) dilaporkan hilang dan hingga kini belum ditemukan.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini 13 Zona Merahnya

Sementara itu, Kapolsek Moro, Iptu Jamil, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, dari lima orang ABK di kapal, empat di antaranya berhasil diselamatkan, termasuk Kapten Kapal Baharudin (50), Edi Gusyadi (47), Hasian (21), dan Akuang (70).

“Kejadian jam 9 pagi tadi, ABK kapal ada lima orang. Satu orang hilang dan masih dalam proses pencarian, empat orang selamat salah satunya adalah pengurus,” ungkap Iptu Jamil saat dikonfirmasi.

Menurut informasi awal yang diterima dari Kepala Desa Pulau Moro, Johan, kapal tersebut mengangkut 3.900 sak semen atau setara 195 ton. Kapal berangkat dari Pelabuhan Kabil, Batam, pada Jumat, 24 Oktober 2025 siang, dengan tujuan Desa Alai, Tanjung Batu.

Namun, perjalanan kapal mulai terganggu sejak Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, cuaca memburuk dan gelombang tinggi mengguncang kapal. Demi keselamatan, kapten kapal memutuskan untuk berlindung sementara di sekitar Pulau Belukar.

Sayangnya, setelah cuaca mulai membaik dan kapal melanjutkan perjalanan pada Sabtu dini hari pukul 04.00 WIB, tragedi justru terjadi. Saat melintas di perairan Desa Pulau Moro, kapal menghantam terumbu karang yang berada di jalur pelayaran.

Baca Juga: Dramatis! ABK Kapal Jaring Kurau Hilang di Perairan Tembelas Usai Nekat Terjun Ke Laut Tangkap Ikan

“Kapal memasuki area perairan yang banyak terdapat terumbu karang. Itu menyebabkan kebocoran pada kapal,” jelas Iptu Jamil.

Benturan keras tersebut menyebabkan lambung kapal bocor parah. Air laut kemudian masuk dengan cepat ke ruang mesin dan ruang muat, hingga akhirnya KLM Green 6 tenggelam sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Meskipun seluruh awak kapal sempat menyelamatkan diri, Andika (18), ABK termuda, tidak berhasil keluar dari kapal dan kini dinyatakan hilang.

Hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian. Mereka menyisir setiap sudut perairan dengan harapan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News