TANJUNGPINANG – Harga emas di pasaran kembali mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai melirik logam mulia sebagai pilihan investasi yang dinilai lebih aman di tengah ketidakstabilan ekonomi.
Pantauan di Toko Mas Batang Hari, Jalan Merdeka, Tanjungpinang, menunjukkan harga emas perhiasan kadar 24 karat kini berada di kisaran Rp2.125.000 per gram. Sedangkan harga logam mulia Antam dijual sekitar Rp2.260.000 per gram, turun Rp26.000 dari hari sebelumnya.
“Kalau minggu lalu harga perhiasan emas sempat sampai Rp2.312.000 per gram, sekarang sudah turun jadi Rp2.125.000. Penurunannya mulai terasa dalam dua minggu terakhir,” ujar Muhammad Teguh, Business Development Toko Mas Batang Hari, saat ditemui, Rabu, 5 November 2025.
Menurut Teguh, penurunan harga ini belum banyak diketahui masyarakat, sehingga aktivitas pembelian belum meningkat signifikan. Ia memperkirakan tren pembelian baru akan terlihat dua hingga tiga minggu ke depan.
“Sekarang masih banyak yang belum tahu harga turun. Biasanya pembeli mulai beli kembali dua atau tiga minggu setelah tren penurunan ini,” katanya.
Teguh menjelaskan, naik-turunnya harga emas sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, terutama faktor geopolitik dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
“Salah satu penyebab harga emas tinggi sebelumnya karena perang Ukraina dan Rusia dan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Sekarang suku bunga di Amerika juga diturunkan, jadi banyak investor besar yang mengalihkan uangnya dari deposito ke emas, karena dianggap aset yang lebih aman,” terangnya.
Menurutnya, emas sering disebut sebagai safe haven asset, tempat penyimpanan nilai yang relatif stabil di tengah gejolak ekonomi dunia. Namun, jika suku bunga kembali naik, investor bisa saja menjual emasnya dan kembali ke deposito bank dengan bunga tinggi.
Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu, Teguh menyebut pembeli kini lebih banyak memilih emas batangan ketimbang perhiasan.
“Sekarang orang lebih banyak beli logam mulia. Kalau perhiasan itu biasanya laku saat lebaran atau Natal, tapi untuk saat ini masyarakat lebih fokus mengamankan uangnya,” ujarnya.
Meski begitu, permintaan untuk perhiasan tertentu seperti cincin kawin tetap ada. Hanya saja, beratnya kini cenderung lebih kecil.
“Dulu orang biasa beli tiga gram, sekarang banyak yang pesan satu setengah gram saja. Karena dengan budget sama, dapatnya lebih sedikit dari sebelumnya,” ungkapnya.
Model cincin yang sedang tren, kata Teguh, masih didominasi model mata satu (solitaire), disusul model polos dan arsir. Sementara untuk kalung, tren desain belum banyak berubah dari tahun lalu, seperti model Italy Toscano, rantai tambang, dan Aurel.
Dengan harga emas yang masih fluktuatif, Teguh mengaku omzet toko sempat menurun. Namun, ia tetap optimistis dengan strategi yang fokus pada pembuatan cincin nikah dan cincin mas kawin.
“Cincin nikah itu tidak lekang oleh waktu, selalu dibutuhkan. Jadi kami fokus di situ. Kalau ada pelanggan yang punya model dan budget tertentu, bisa kami buatkan sesuai pesanan,” jelasnya.
Toko Mas Batang Hari sendiri sudah berdiri sejak tahun 1970 dan menjadi salah satu toko emas tertua di Tanjungpinang. Emas diambil dari berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Batam, hingga Singapura.
Teguh berharap, ke depan ekonomi masyarakat bisa kembali stabil agar penjualan emas ikut meningkat.
“Kalau ekonomi masyarakat lancar, otomatis pembelian emas juga ikut ramai,” harapnya.
Kisaran Harga Emas di Toko Mas Batang Hari (per 5 November 2025):
24 karat (99%) – Rp2.125.000/gram
23 karat (91,6%) – Rp1.900.000/gram
22–17 karat (70%) – Rp1.500.000/gram
Harga di atas belum termasuk ongkos pembuatan.
Logam Mulia Antam – Rp2.260.000/gram (turun Rp26.000 dari hari sebelumnya)


















