Harga Naik, Stok Menipis! ADIBAPOK Bongkar 3 Masalah Serius Bahan Pokok di Tanjungpinang

Ketua Adibapok Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum. (Foto: Ardiansyah)
Ketua Adibapok Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum. (Foto: Ardiansyah)

TANJUNGPINANG – Asosiasi Distributor Bahan Pokok (ADIBAPOK) Kota Tanjungpinang akhirnya mengungkap penyebab utama kenaikan harga dan berkurangnya stok bahan pokok di pasaran.

Melalui keterangannya, Ketua ADIBAPOK Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum, mengakui terdapat tiga persoalan besar yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Pertama, Qoyyum menjelaskan bahwa kesulitan panen di sejumlah daerah penghasil menjadi pemicu awal terganggunya distribusi. Akibat kondisi tersebut, aliran pasokan bahan pokok ke wilayah Kepulauan Riau, termasuk Tanjungpinang, terputus.

Baca Juga: Jelang Nataru, Wagub Kepri Pastikan Stok Pangan Aman

Selain itu, persoalan kedua muncul akibat bencana alam yang melanda Sumatera Utara. Padahal, menurut Qoyyum, wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu daerah pemasok utama bahan pokok ke Kepri.

“Bawang, cabe, dan minyak, rata-rata suplaynya dari sana. Ini putus total hampir dua minggu belum masuk,” kata Qoyyum.

Selanjutnya, Qoyyum mengungkapkan bahwa hambatan distribusi dari Kota Batam turut memperparah kondisi stok di Kepri. Khususnya, wilayah Bintan dan Tanjungpinang terdampak langsung akibat adanya pengetatan pengawasan barang.

“Kami sudah bertemu dengan Bea Cukai Batam. Mereka menegaskan, barang impor dilarang keluar daerah. Sedangkan barang lokal itu harus dilengkapi asal usul barang,” ucapnya.

Tak hanya itu, Qoyyum menambahkan bahwa proses pemasukan barang dari luar Kepri ke Batam semakin kompleks. Pasalnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga terkendala aturan administrasi.

“Jadi persoalannya, barang tidak boleh masuk kecuali barang lokal yang memiliki asal usul barang,” ujarnya.

Baca Juga: Bahan Pokok Ditahan Bea Cukai Batam, Pedagang Mengadu ke DPRD Stok Mulai Langka Jelang Nataru

Meski demikian, ADIBAPOK menegaskan tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Oleh karena itu, sebagai asosiasi distributor, pihaknya terus mencari alternatif pasokan dari daerah lain demi menjaga ketersediaan bahan pokok di Tanjungpinang.

Namun begitu, Qoyyum mengakui bahwa mendatangkan barang dari luar daerah berpotensi meningkatkan harga jual. Meski demikian, ADIBAPOK tetap memprioritaskan ketersediaan barang agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan.

“Tapi yang menjadi kendala, ketika barang dari luar, harga ini akan meningkat. Kami fokus untuk ketersediaan agar tidak ada masyarakat yang kekurangan stok,” pungkasnya.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News