Harga Sayuran Tinggi, Gubernur Kepri: Kita Gelar Pasar Murah

Petani Sayuran Bintan
Salah satu petani sayuran di Bintan saat memeriksa tanaman sayurnya. (Foto:Andri DS/Ulasan.co)

TANJUNGPINANG – Harga sayuran di pasaran mulai meningkat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri), belum menentukan strategi untuk menekan harga sayuran di pasar.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, kita kan mencari penyebabnya terlebih dahulu. Apakah nanti solusinya harus menggelar pasar murah, atau melakukan intervensi harga di pasaran.

Ansar mengaku belum mengetahui, apa penyebab kenaikan harga sayur di pasar akhir-akhir ini dan akan melakukan pengecekkan ke pasar.

“Kalau memang harus kita intervensi ya kita intervensi. Kalau harus ada pasar murah, ya kita buat pasar murah, Kita belum tahu apa penyebabnya. Nanti saya sama Dinas Perindag dan Dinas Pertanian akan melakukan pengecekkan harga ke pasar,” kata Ansar, Rabu (16/11).

Menurutnya, penyetokan barang seperti sayur atau jenis pertanian lebih cepat rusak. Namun pihaknya akan membahas dengan dinas terkait.

“Kita pelajari dulu untuk penyetokkan agar tidak rusak, karena komoditi pertanian ini cepat rusaknya,” ucap Ansar.

Sementara itu, Gres Pasaribu, salah seorang pedagang sayur mengungkapkan, kenaikan harga sayur karena faktor cuaca yang tak menentu.

Kenaikan tersebut menurutnya, sudah terjadi selama tiga hari terakhir karena sejumlah sayur di petani rusak karena hujan.

“Iya hujan, jadi di kebun itu pada rusak semua kayak gini,” kata Gres saat ditemui di Pasar Bintan Center.

Ia menyebutkan, untuk harga sayur bayam saat ini diharga Rp15 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya hanya Rp8 ribu per kilogram nya.

“Kangkung sekarang Rp12 ribu, sebelumnya Rp8 ribu per kilogram. Sayur kacang panjang yang naik dua kali lipat untuk ecerannya. sekarang sampai Rp14 ribu,” ucapnya.

Baca juga: Kepri Nomor Dua Daerah Penyumbang Pengangguran Tertinggi