Harga Tiket Feri Singapura-Batam Mahal, Bupati Roby: Tidak Berdampak ke Bintan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan. (Foto:Dok/Ulasan.co)

BINTAN – Meski harga tiket kapal feri penyeberangan Batam-Singapura PP mahal, namun tidak berdampak besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, meski harga tiket Singapura-Batam relatif tinggi namun tidak membawa dampak peningkatan jumlah wisman dari negara tersebut untuk langsung ke Bintan.

Menurut Roby, hal yang paling menjadi persoalan yakni Visa on Arrival (VoA). Jika VoA tersebut dibebaskan, maka akan menjadi keuntungan dan dapat meningkatkan kunjungan wisman.

“Soal harga tiket yang mahal, itu tidak jauh beda lah saya rasa. Makanya tidak terlalu berdampak untuk warga Singapura yang dirrect langsung ke Lagoi atau ke Bintan,” kata Roby Kurniawan.

“Jadi tidak ada efeknya karena harga itu hampir sama,” lanjutnya.

Roby menegaskan, jika VoA dibebaskan, maka bukan hanya wisman yang datang yang akan bertambah, melainkan akan ada kapal pesiar dan yact yang akan masuk ke Bintan.

“Sudah ada yang berminat masuk untuk kapal pesiar. Sebulan dua kali mereka ingin masuk untuk berlibur di Bintan. Tapi kalau memang belum dibebaskan, jadi mereka harus menghitung cost yang harus mereka keluarkan,” sambung Roby

Kendati demikian, ia menyebut, tetap akan berupaya menyesuaikan harga tiket dari Singapura menuju Lagoi dengan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait.

“Upaya itu tetap ada, karena memang kalau harga itu sedikit lebih murah. Maka dengan begitu akan ada penambahan jumlah kunjungan wisman. Nanti kita akan panggil operator kapal, dan pihak terkait untuk bahas itu,” uungkapnya.

“Kita upayakan harga tiket semurah-murahnya,” tutupnya.