IndexU-TV

Heboh! Bahasa China Jadi Syarat Wajib Masuk Perusahaan Ini

Ilustrasi. Job Fair Kepri 2016 di Asrama Haji Kepri Tanjungpinang. (Foto: Albet)

Surakarta – Sebuah informasi lowongan pekerjaan yang dilansir Hops.id mendadak heboh dan mendapat kecaman dari publik setelah salah satu dalam persyaratannya wajib menguasai bahasa China atau Mandarin. Lowongan pekerjaan itu dibagikan oleh perusahaan PT Kobexindo Cement (KC).

Setelah marak dibicarakan di media sosial, sejumlah dewan perwakilan rakyat setempat pun angkat bicara.

Salah satunya, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim), Agusriansyah Ridwan. Menurutnya, hal itu hanya akal-akalan belaka, biar tenaga kerja asing (TKA) bisa kerja di perusahaan tersebut.

Agusriansyah pun mengecam persyaratan itu. Sebab, menurutnya, syarat lowongan kerja yang dibuat oleh PT Kobexindo tak lain untuk menyingkirkan tenaga kerja lokal, agar bisa mendatangkan TKA asal China.

“Kalau perusahan mensyaratkan tenaga kerja harus bisa bahasa Mandarin, maka ini namanya penjajahan model baru atau jenis imperialisme baru. Sama saja mereka menutup akses tenaga kerja dari Kutim untuk ikut bekerja di perusahaan itu, kalau syaratnya bahasa Mandarin. Sebab rasanya tidak akan ada tenaga kerja dengan kelas operator, bisa bahasa Mandarin,” kata Agus, dalam rapat dengar pendapat yang digelar pada Rabu (9/6) lalu.

Politikus PKS ini mengatakan, bangsa Indonesia, khususnya daerah Kutai Timur, sebenarnya menyambut baik kedatangan para investor, dengan harapan bisa saling menguntungkan. Salah satu caranya dengan mencari investor dengan mengelola sumber daya alam, sementara orang daerah ikut bekerja di sana.

Kendati begitu, persyaratan lowongan yang diberikan PT Kobexindo telah mengecewakan masyarakat sekitar. Apalagi lowongan yang wajib dipenuhi para pencari kerja tersebut terbilang tidak masuk akal dan berlogika terbalik.

“Kalau mungkin syaratnya bahasa Inggris, yang memang sudah menjadi bahasa internasional, itu masih masuk akal. Tapi kalau bahasa Mandarin, itu tidak masuk akal. Ini pakai logika terbalik, karena seharusnya mereka yang menyesuaikan diri, karena mereka masuk wilayah kami,” ujarnya.

Baca juga: Daftar 25 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Batam, Catat Jadwal Job Fair di Batamindo

Exit mobile version