Heboh! Dermaga Pengangkut Ikan di Bintan Diduga Jadi Jalur Penyelundupan Sembako dari Batam

Aktivitas mencurigakan di dermaga pelayaran rakyat di Kampung Sei Enam Laut (Kawasan Sungai Talang), Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur. (Foto: warga/istimewa)
Aktivitas mencurigakan di dermaga pelayaran rakyat di Kampung Sei Enam Laut (Kawasan Sungai Talang), Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur. (Foto: warga/istimewa)

BINTAN Aktivitas mencurigakan di dermaga pelayaran rakyat di Kampung Sei Enam Laut (Kawasan Sungai Talang) RT 001 RW 002 Kelurahan Sungai Enam Kecamatan Bintan Timur.

Dermaga yang seharusnya digunakan khusus untuk pengangkutan ikan dari Kijang menuju Batam. Kini diduga beralih fungsi menjadi jalur penyelundupan sembako ilegal dari Batam.

Berdasarkan informasi yang diterima, dermaga tersebut kerap digunakan untuk membawa berbagai barang kebutuhan pokok seperti beras, bawang, cabai, hingga buah-buahan dan material bangunan dari Batam menuju Kijang.

Baca Juga: Bea Cukai Gerebek Panda Club, Temukan Puluhan Botol dan Kaleng Mikol Ilegal

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa aktivitas bongkar muat mencurigakan itu terjadi cukup sering. Bahkan hingga dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Kami lihat seminggu dua atau tiga kali ada proses bongkar muat sembako. Seharusnya ini hanya untuk bawa ikan,” ujar salah seorang warga.

Diduga sejumlah sembako penyelundupan dari Batam, di dermaga pelayaran rakyat di Kampung Sei Enam Laut. (Foto: warga/istimewa)
Diduga sejumlah sembako penyelundupan dari Batam, di dermaga pelayaran rakyat di Kampung Sei Enam Laut. (Foto: warga/istimewa)

Menurutnya, barang-barang yang datang dari Batam itu langsung diangkut menggunakan lori untuk kemudian dijual ke sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan hingga Kota Tanjungpinang.

“Kalau sudah di drop di sini, langsung dibawa pakai lori. Nanti ini katanya mau dijual, tapi saya tidak tahu ke toko mana,” jelasnya.

Baca Juga: Istri Panik Cari Suami, Malah Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

Warga juga menyebutkan bahwa kapal yang kerap bersandar di dermaga tersebut diduga milik seorang pengusaha berinisial T. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai aktivitas tersebut.

Ketika ditanya soal kemungkinan adanya oknum yang ikut terlibat dalam praktik penyelundupan itu, warga mengaku tidak bisa memastikan kebenarannya.

“Kata teman sih ada, tapi saya kurang tahu pasti,” pungkasnya.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News