BINTAN – Penemuan mengejutkan terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berkah Sejahtera, Kabupaten Bintan. Petugas menemukan ulat hidup di dalam karung beras premium merek Harumas kemasan 25 kilogram.
SPPG Berkah Sejahtera berlokasi di Kampung Jawa, RT001/RW002, Jalan Korindo, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Pantauan ulasan.co pada Senin, 3 November 2025, menunjukkan sedikitnya delapan karung beras premium Harumas telah dibuka oleh petugas.
Di dalam karung-karung itu, tampak jelas ulat hidup yang bersembunyi di antara butiran beras. Selain itu, ditemukan pula ulat kecil yang sudah mati serta kutu beras berwarna hitam.
Baca Juga: Warga Tanjungpinang Dihebohkan Penemuan Mayat Dibalik Semak-Semak
Menariknya, ulat tidak hanya ditemukan di satu karung saja. Beberapa karung beras premium Harumas lainnya juga menunjukkan kondisi serupa.
Mitra SPPG Berkah Sejahtera, Agus Afriyanto, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas dapur menemukan ulat di beberapa karung beras sekaligus.
“Kita temukan kutu dan ulat di dalam beras Harumas,” kata Agus Afriyanto saat dijumpai di SPPG Berkah Sejahtera, Bintan, Senin 3 November 2025.
Menurut Agus, warna beras yang ditemukan juga tampak agak kekuningan. Padahal, biasanya beras Harumas dikenal bersih dan memiliki aroma wangi khas.
Sebelum temuan ulat di karung beras, pihak sekolah sempat menemukan ulat di beberapa ompreng atau wadah Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini sempat diduga akibat kelalaian pekerja dapur. Agus pun mengakui ada kemungkinan pencucian sayuran seperti daun selada kurang bersih.
Baca Juga: 17 Dapur MBG di Karimun Kantongi Sertifikat SLHS, 3 SPPG Ditutup Siap Beroperasi Lagi
“Kami sudah memperbaiki hal itu,” ucapnya.
Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata sumber ulat bukan dari sayuran, melainkan dari beras. Saat proses pencucian beras, beberapa ulat terlihat mengapung bersama kutu beras.
“Apakah beras ini pelihara ulat atau apa, saya tidak tahu,” tambahnya heran.
Agus berharap kualitas beras Harumas bisa dijaga karena bahan pangan tersebut akan dikonsumsi oleh para peserta didik melalui program MBG di Kecamatan Bintan Timur.
“Tolonglah beras Harumas bagus. Saya minta ganti rugi nama baik SPPG, nama baik saya. Kalau cuma ganti beras, enak saja. Saya tidak bisa tidur dibuatnya,” ujar Agus menutup pembicaraan.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















