BINTAN – Fenomena “rayap besi” kembali meresahkan warga, dan kini aksi pencurian itu sudah merambah hingga ke Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Kali ini, penutup parit dari besi padat di kawasan Jalan Taman Sari dilaporkan hilang satu per satu sehingga membuat warga waspada.
Selanjutnya, warga mengetahui kejadian tersebut setelah lima penutup parit dinyatakan hilang dicuri oleh pelaku yang disebut “rayap besi”. Dengan demikian, kondisi ini langsung menjadi sorotan karena parit yang terbuka sangat membahayakan pengendara.
Baca Juga: Toko Bahan Kue di Tanjunguban Nyaris Terbakar
Pantauan ulasan.co memperlihatkan beberapa lubang berbentuk persegi empat tampak menganga setelah penutup besi itu raib dicuri maling.
Setelah itu, sejumlah warga berinisiatif menutup lubang tersebut menggunakan papan. Serta memasang penanda darurat dari kayu yang diberi kantong plastik sebagai rambu peringatan.
Upaya itu dilakukan agar pengendara yang melintas di Jalan Taman Sari, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, mengetahui adanya lubang parit yang berpotensi membahayakan.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui Arul, pemilik bengkel motor di kawasan itu, usai menerima telepon dari Ketua RT02 pada Rabu, 12 November 2025.
“Saya taunya dari Pak RT, pagi-pagi sekitar jam 07.00 atau jam 08.00 ada kehilangan besi penutup parit ini. Saya tau nya itu lah,” kata Arul di Bintan, Sabtu 15 November 2025.
Baca Juga: Diiming-Imingi Pekerjaan, Janda Asal Jambi Disetubuhi Residivis
Kemudian, Arul diminta untuk segera memberikan tanda di area parit agar pengendara tidak terjatuh. Karena itu, ia langsung memasang tanda darurat sederhana.
“Jadi saya tandai dengan kayu diberi kantong plastik,” ucap dia.
Selain itu, Arul berharap agar pemerintah setempat segera mengganti penutup parit yang hilang, karena kondisi tersebut sangat membahayakan warga maupun pengendara lainnya.
“Ini semua demi keselamatan warga kita. Ini harapan dari saya,” harap dia menutup wawancara.
Harapan serupa juga disampaikan Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi. Ia meminta pemerintah segera menutup sementara lubang parit tersebut untuk mencegah kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Orang jalan malam atau apa, ini sangat berbahaya pada malam hari,” sebut dia mengakhiri wawancara.*
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















