Ikan Asin Kurau, Oleh-Oleh Khas Tanjungpinang yang Diburu Wisatawan

Toko penjual ikan asin, teri dan berbagi kerupuk di Pelantar II Tanjungpinang. (Foto: Manda)

TANJUNGPINANG — Kawasan Pelantar 2 Tanjungpinang sudah lama dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas yang ramai dikunjungi wisatawan. Di kawasan pesisir ini, para pedagang menjajakan berbagai hasil laut kering, mulai dari ikan asin berbagai jenis hingga aneka kerupuk laut.

Sugianto pemilik toko Sumber BK Jaya mengungkapkan telah berjualan ikan asin dan oleh-oleh khas Tanjungpinang selama enam tahun. Ia menuturkan bahwa sebagian besar produk yang dijualnya berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal.

“Ikan asin yang kami jual ada yang berasal dari nelayan di Tanjungpinang, Kijang, dan Senggarang. Semua masih wilayah Kepulauan Riau,” ujar Sugianto.

Berbagai jenis ikan asin tersedia di lapaknya, seperti kerapu, kerisi, gembung, benggol, dan mata besar, serta beragam kerupuk laut. Harga jualnya pun bervariasi, mulai dari Rp30.000 hingga Rp100.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas ikan.

Dari sekian banyak pilihan, ikan asin kurau menjadi yang paling diminati pembeli.

“Ikan kurau paling laris. Harganya sekitar Rp150.000 per kilogram, sudah bersih tanpa kepala dan tulang, hanya dagingnya saja,” jelasnya.

Tak hanya warga lokal, pembeli juga datang dari berbagai daerah sebagai wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh khas Tanjungpinang. Meskipun belum aktif mempromosikan dagangannya melalui media sosial, Sugianto tetap melayani pesanan luar kota melalui WhatsApp bagi pelanggan setianya.

Produk-produk lokal seperti ikan asin dan kerupuk laut ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi warga pesisir, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata kuliner Tanjungpinang yang semakin digemari wisatawan.