Bisnis

Imbas PPKM, Masyarakat Ramai-ramai Jual Emas untuk Bertahan Hidup

Tanjungpinang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berdampak terhadap pendapatan terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Penjualan barang berharga seperti emas menjadi tren masyarakat untuk bertahan hidup di tengah terpuruknya perekonomian akibat pandemi COVID-19.

Di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), masyarakat beramai-ramai menjual emas selama penerapan PPKM Darurat maupun Level 4.

Pantauan Ulasan.co di salah satu toko emas di Jalan Gambir Pasar Baru, Kota Tanjungpinang, terlihat ramai pengunjung tak seperti hari biasanya. Para pengunjung di toko emas ini lebih dominan menjual ketimbang membeli.

Ijal, salah satu pemilik toko Emas di Jalan Gambir Pasar Baru, Kota Tanjungpinang, menuturkan, tren warga menjual emas di Tanjungpinang selama penerapan PPKM mikro hingga PPKM level 4 sangat tinggi. Dimana katanya, antara penjualan dan pembelian emas tidak seimbang di tokonya.

“Warga menjual emas bisa dikatakan menjadi tren lah saat ini, biasanya pengunjung yang datang disini antara membeli dan menjual itu ya seimbang lah, sekarang agak banyak menjual,” kata Ijal saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (27/7).

Baca juga: Mahasiswi Ini Buka Usaha Cetak Kartu Vaksin saat PPKM Diterapkan

Menurut Ijal, tren menjual emas itu karena masyarakat mengalami penurunan penghasilan, sehingga mereka mengambil solusi dengan menjual emas untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Pengakuan masyarakat membutuh uang, karena tidak ada aktivitas dan ingin buka usaha, salah satu simpanan emas itu lah mereka jual,” sebutnya.

Ia menyebutkan, dalam sehari pengunjung yang datang ke tokonya menjual emas sampai 10 orang. Pengunjung menjual perhiasan emas seperti cincin, gelang, kalung hingga emas dalam bentuk batangan.

“Mulai penerapan PPKM tanggal 12 Juli sampai 25 Juli kemarin warga dominan menjual emas. Kalau sekarang ada juga yang jual, tapi tak seperti kemarin, saat ini cenderung banyak pembeli lah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pegadaian Cabang Tanjungpinang di Jalan Bintan, Firdaus mengaku, volume transaksi gadai emas selama penerapan PPKM di Tanjungpinang mengalami penurunan.

Menurutnya, turunnya transaksi gadai emas di tengah pandemi ini masyarakat lebih banyak memilih menjual ketimbang menggadai. Sebab katanya, akibat pandemi banyak masyarakat kehilangan penghasilan.

“Beberapa nasabah kami mengaku karena tidak memiliki penghasilan, karena di PHK atau sebagainya, jadi mereka memilih menjual,” ucapnya.

Pewarta: Afriadi
Editor: Albet

Related Articles

Back to top button