Hai Sahabat Ulasan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala dikenal sebagai Tuhan Yang Maha Esa bagi umat Islam, dan nama-Nya bukan sekadar panggilan biasa.
Selain itu, nama Allah SWT juga mengandung makna yang sangat dalam serta mencerminkan seluruh sifat kesempurnaan Sang Pencipta.
Kemudian, memahami makna nama Allah SWT dapat menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya. Selanjutnya, pemahaman tersebut juga menjadi pengingat bagi umat Islam agar selalu bersyukur dan terus menyembah-Nya.
Alasan Mengapa Allah Menamai Diri-Nya Allah
Penjelasan mengenai alasan Allah menyebut diri-Nya “Allah” tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur’an, yakni Surah Thaha ayat 14, Surah Al-Isra ayat 110, Surah Al-A’raf ayat 180, dan Surah Al-Hasyr ayat 24.
Pertama, dalam Surah Thaha ayat 14, Allah SWT menegaskan nama-Nya secara langsung:
إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ
Artinya: “Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku” (QS. Thaha: 14).
Selanjutnya, menurut Dr. Zakir Naik, ayat-ayat lain yang menjawab pertanyaan ini terdapat pada Surah Al-Isra ayat 110, Surah Al-A’raf ayat 180, dan Surah Al-Hasyr ayat 24.
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
Artinya: “Katakanlah, serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asma’ul husna” (QS. Al Isra: 110).
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۖ
Artinya: “Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaul Husna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Al A’raf: 180).
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: “Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mewujudkan dari tiada, dan Yang Membentuk rupa. Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Hasyr: 24).
Melalui ayat-ayat tersebut, umat Islam mengetahui bahwa Allah boleh dipanggil dengan nama apa pun dari Asmaul Husna, selama nama tersebut benar. Namun demikian, nama “Allah” tetap menjadi yang paling utama dan paling agung.
Makna Empat Huruf pada Nama Allah Menurut Mbah Moen
Selain itu, menurut penjelasan Syaikhuna KH. Maimoen Zubair, empat huruf dalam nama Allah — Alif, Lam, Lam, dan Ha — mengandung keistimewaan tersendiri.
Kemudian, jika huruf-huruf tersebut dihilangkan satu per satu, maknanya tetap kembali kepada Allah.
Sebagai contoh, jika huruf alif dihilangkan, maka tersisa lam, lam, dan ha yang bermakna lillahi, yakni milik Allah atau untuk Allah.
Selanjutnya, bila salah satu huruf lam dihilangkan, maka tersisa lam dan ha yang dapat dibaca lahu, yang berarti “bagi-Nya”.
Seandainya kedua huruf lam hilang, maka tinggal huruf ha atau hu, yang tetap berarti “Dia”, yaitu Allah.
Dengan demikian, seluruh makna dari setiap susunan huruf tetap kembali kepada Sang Pencipta.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















