Jaga Ekosistem Laut, PT Pelni Tanam 3000 Bibit Lamun di Dompak

Penanaman bibit lamun di Pantai Dompak oleh Direktur Keuangan PT Pelni. (Foto: Ardiansyah)

TANJUNGPINANG – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) rawat ekosistem laut dengan menanam 3000 bibit Lamun di perairan Dompak, Kota Tanjungpinang.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pelni Indonesia, Anik Hidayati mengatakan, penanaman Lamun ini sebagai komitmen PT Pelni untuk menjaga kelestarian laut sekaligus mendukung agenda lingkungan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menurutnya, penanaman lamun sebagai langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon di lingkungan laut—area yang menjadi lokasi utama operasional kapal-kapal Pelni.

“Sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan ekosistem laut tetap terjaga. Lamun memiliki kemampuan menyerap CO₂ hingga 35 kali lebih besar dibanding tanaman hutan,” kata Anik.

Dia menambahkan, pemilihan Dompak sebagai salah satu tempat penanaman lamun, karena laut Kepri dinilai cukup sesuai untuk ditanami tanaman laut itu.

“Pulau dompak, sudah melakukan penelitian penanaman lamun, makanya kami memilih dompak sebagai lokasi pertama,” ucapnya.

Ia menegaskan, konservasi lamun akan menjadi program utama Pelni dalam jangka panjang. Perusahaan juga berencana memperluas kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang dinilai potensial.

“Program ini akan menjadi bagian penting dari ESG Pelni ke depannya,” ujarnya.

Menurutnya, selain memiliki fungsi ekologis, lamun dapat memiliki dampak dari segi ekonomis bagi masyarakat pesisir, karena lamun menjadi habitat penting bagi biota laut.

“Dengan menanam lamun, kita membuka ruang bagi biota laut untuk berkembang biak, serta memiliki dampak ekonomis bagi nelayan,” pungkasnya.