BATAM – PT Jasa Raharja cabang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menyalurkan santunan senilai Rp16,5 miliar kepada korban kecelakaan lalu lintas sejak Januari hingga September 2024.
Jumlah santunan yang disalurkan pada periode Januari hingga September 2024 mengalami kenaikan 7 persen, bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023.
Kepala Jasa Raharja Kepri, Wanda P Asmoro, menyebut peningkatan ini menjadi ‘warning’ bagi semua pihak terkait tingginya angka kecelakaan di wilayah Kepri.
Wanda menyoroti bahwa salah satu faktor yang turut mempengaruhi tingginya angka kecelakaan adalah perbandingan antara jumlah kendaraan dan populasi di Kepri, yang mencapai 1 banding 2.
Artinya, lanjut Wanda, untuk setiap dua orang di Kepri terdapat satu kendaraan bermotor, dengan 70 persen di antaranya berada di Batam.
“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mengingat Batam adalah cerminan Indonesia yang berbatasan dengan negara lain. Ketertiban di Batam bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia,” jelas Wanda P Asmoro.
Dia juga menyampaikan bahwa Ops Zebra Seligi 2024 saat ini tengah dilaksanakan, adalah bagian dari upaya sinergitas lintas instansi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
Wanda melanjutkan, operasi ini merupakan kelanjutan dari program seperti operasi simpatik dan operasi kemanusiaan, yang bertujuan menekan angka kecelakaan fatal.
“Sebagaimana yang disampaikan pak wakapolda, setiap kecelakaan yang terjadi diawali dengan pelanggaran lalu lintas,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah memberikan keringanan pajak dan pemutihan selama dua bulan terakhir, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk membangun kesadaran diri dan menciptakan tertib budaya lalu lintas,” tutupnya.


















